Inilah Transkrip Wawancara Kalla yang Sempat Bikin Heboh
Rabu, 19 Okt 2005 19:15 WIB
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla diberitakan akan maju sebagai calon presiden 2009. Berita ini cukup menggemparkan, baik di kalangan dekat Kalla maupun kalangan dekat Presiden SBY. Publik pun sempat heboh. Berita Wapres akan mencalonkan diri sebagai Presiden 2009 dikutip dari kantor berita AFP, Rabu (19/10/2005). AFP memberitakan hal itu mengutip wawancara khusus Antara dengan Jusuf Kalla pada Selasa (18/10/2005). Begitu berita muncul termasuk di situs ini, sejumlah kalangan terkejut. Bahkan, Ketua MPR Hidayat Nurwahid sempat juga mengeluarkan komentarnya terhadap berita ini. Orang-orang dekat Kalla langsung telepon ke redaksi detikcom. Sementara orang-orang dekat SBY juga memperbincangkan. Benar Kalla berkata begitu? Pemimpin Umum LKBN Antara, Asro Kamal Rokan, kepada detikcom meluruskan berita wawancara dengan Kalla itu. Menurut Asro, dalam wawancaranya Kalla tidak menyinggung soal pemilihan presiden 2009. Karena itu, Asro menduga media-media yang mengutip berita itu salah persepsi.Menurut Asro, ungkapan Kalla bahwa dirinya punya hak untuk dipilih itu dalam konteks pemilihan Ketua Umum Golkar Desember 2004 lalu. Jadi, bukan kesiapan Kalla untuk maju dalam pencalonan Presien 2005. Agar lebih jelas dan terang dan tidak membuat penasaran banyak pihak, berikut cuplikan wawancara Kalla dengan Antara. Dari cuplikan wawancara ini, Kalla memang tidak menyinggung soal pemilihan Presiden 2009. Cuplikan wawancara ini didapatkan detikcom dari rekaman yang disimpan bagian dokumentasi Istana Wapres: Di masyarakat ada pemikiran bahwa hubungan SBY-JK tidak harmonis. Saat SBY teleconference, Anda tidak hadir. Ada wacana gak boleh ada matahari keempat. Ini bagaimana?Ya sebagaimana layaknya hubungan Presiden dan Wapres, Wapres membantu Presiden dan saya bertugas untuk itu. Dan saya sadar betul, tugas-tugas begitu dan harus saya jalankan betul. Itu isu. Memang, teleconference saya membukanya, setelah itu menteri-menteri. Tidak ada masalah psikologis dan kenapa. Sudah berkali-kali saya jelaskan. Saya kira baik sekali hubungan dengan Presiden, lewat rapat, telepon, saya melaporkan. Memang, masyarakat Indonesia ini masyarakat terbuka. Semuanya sudah tentu dikomentari, apa saja. Baik buruk, dikomentari. Tapi, yakinlah bahwa itu kami menjalankan tugas kenegaraan yang benar. Pak, pandangan itu muncul ketika bapak menjadi ketua umum Golkar, partai pemenang Pemilu, sehingga bapak dijuluki supervice president. Apa gak ada pembagian tugas antara Presiden dan Wapres?Ya antara Presiden dan Wapres tentu pembagiannya jelas. Bahwa wakil itu yang menjalankan kebijakan pokok yang telah digarisbawahi oleh Presiden. Seperti saya menjalankan program-program implementasi. Itu tugas dari awal sudah kita bicarakan. Jadi, kalau Anda lihat dalam sidang-sidang kabinet, kita membicarakan keputusan-keputusan seperti itu. Itu kan implementasi, suatu kontrol. Anda lihat sebentar lagi saya rapat dengan 10 menteri, karena implementasi. Itu yang kita jalankan.Jadi gak ada masalah? Gak ada msalahDan yakin komposisi ini akan tetap akrab sampai 2009?Secara pribadi, konstitusi begitulah tugas saya. Apa yakin Bapak akan selamat sampai 2009?Saya ingin ulangi. Sebagai Golkar itu tugas saya. Sebagai kader Golkar, saya berhak untuk dipilih dan saya mencalonkan diri. Dan saya tidak akan maju tanpa izin presiden. Yang jadi masalah, sekarang di DPR. Dan ada dari MK......? (dipotong Kalla)Gini, masyarakat kita ini selalu menginginkan DPR selalu harus berseberangan dengan pemerintah. Tidak begitu. Eksekutif dan legislatif punya tujuan sama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan cara bekerja bersama-sama. Bahwa mengkritik boleh saja kalau kebijakan pemerintah tidak benar.
(asy/)











































