detikNews
Rabu 31 Juli 2019, 14:20 WIB

Cegah Kasus Bripka AG, Kapolres Jakut Keluarkan Kebijakan Pinjam Koperasi

Mei Amelia R - detikNews
Cegah Kasus Bripka AG, Kapolres Jakut Keluarkan Kebijakan Pinjam Koperasi Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta - Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengeluarkan kebijakan bagi anggotanya yang akan meminjam uang ke Prima Koperasi Kepolisian (Primkoppol). Setiap anggota yang akan meminjam uang ke koperasi harus meminta persetujuan terlebih dahulu darinya.

"Ini pembelajaran buat anggota yang lain. Nanti saya buat surat ke Primkoppol kalau ada anggota mau pinjam uang harus sepengetahuan Kapolres/Wakapolres," kata Kombes Budhi saat dihubungi detikcom, Rabu (31/7/2019).

Hal ini dilakukan untuk 'mengerem' anggota agar tidak terlilit utang, seperti yang dialami Brigadir AG. Dia memiliki utang Rp 50 juta untuk uang muka kredit mobil.

"Agar kita bisa mengukur gaji dia berapa, angsuran berapa, jangan sampai besar pasak daripada tiang," imbuhnya.



Selama ini, anggota yang meminjam uang ke koperasi memang tidak perlu persetujuan dari pimpinannya. Untuk membenahi hal ini, Kombes Budhi pun meminta Primkoppol tidak memberikan piutang kepada anggota yang tidak mengantongi surat persetujuan dari dirinya atau Wakapolres.

"Selama ini saya ngecek pinjaman ke koperasi itu tidak ada persetujuan dari kita, ini yang perlu kami benahi. Sehingga kami buat surat ke Kaprimkoppol, karena ini di luar struktur kita, jadi saya minta Kaprimkoppol setiap pinjaman anggota harus ada persetujuan dari saya atau Wakapolres," jelasnya.

Sebelumnya, AG membolos dinas untuk menyopiri taksi online. AG memilih jadi sopir taksi online untuk menutupi cicilan mobilnya yang kini digunakan untuk taksi online.

AG membolos selama 2 minggu hingga akhirnya diberi hukuman. AG dihukum berdiri saat apel pagi bersama dengan anggota lainnya yang melanggar disiplin pada Selasa (30/7).


(mei/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com