Seleksi Anugerah Iptek 2019, 7 Kota Paparkan Inovasi ke Kemenristekdikti

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 31 Jul 2019 10:21 WIB
7 pemkot memaparkan inovasi di depan juri Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 kategori Budhipraja (Lisye/detikcom)
Jakarta - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melanjutkan penjurian calon penerima Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 kategori Budhipraja tingkat kota. Sebanyak tujuh pemerintah kota (pemkot) nominator memaparkan inovasi mereka.

"Hari ini dalam rangka seleksi penerima Anugerah Budhipraja Kota. Kita sudah laksanakan tiga hari. Dua hari yang lalu kita laksanakan Budhipura provinsi dan kabupaten, masing-masing mempresentasikan upaya dan kebijakan dalam rangka penguatan ekosistem inovasi di masing-masing daerah," ujar Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti, Ophirtus Sumule, saat membuka penjurian di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).


Ophirtus mengatakan nominator dituntut untuk memaparkan program terbaik dalam mengembangkan inovasi di wilayahnya. Kemudian bagaimana kota tersebut bekerja sama dengan daerah sekitar untuk membangun ekosistem inovasi.

"Kita coba mengidentifikasi kira-kira apa sih praktik terbaik dalam rangka membangun ekosistem inovasi di kota. Kemudian bagaimana mereka menghubungkannya kebutuhan yang ada di situ di-supply dari kabupaten sekitarnya," lanjutnya.

Pemisahan penghargaan kota dan kabupaten menurut Ophirtus pertama dilakukan tahun ini. Menurutnya kota dan kabupaten memiliki karakteristik daerah yang berbeda.


"Kita melihat bahwa kabupaten dan kota itu mempunyai karakter yang berbeda. Kalau mengenai daya saing kabupaten, bagaimana meningkatkan pertanian. Kalau kota berbicara kebijakan, bagaimana kotanya bersih dan iklim bisnis bisa berjalan dengan baik dan ada smart city," ucapnya.

Sementara itu, Ophirtus mengatakan tim juri terdiri dari beberapa stakeholder. Masing-masing juri akan memberikan penilaian yang akan diserahkan kepada Menristekdikti untuk dipilih menjadi pemenang.

"Penjurian diwakili oleh berbagai stakeholder. Dari industri, Kemendagri, dari praktisi, dari Kemenko Perekonomian. Jadi jurinya sangat lengkap mereka akan nanti memberikan pemikiran dan kemudian kita sampaikan kepada Pak Menteri untuk nanti diputuskan untuk memberikan penghargaan," lanjutnya.


"Pemberian itu adalah bukan yang terbaik, tetapi apresiasi terhadap kebijakan terhadap ekosistem inovasi yang mereka lakukan, ini bentuk penghargaan dan apresiasi," kata Ophirtus.

Ada tiga kategori dalam anugerah ini, di antaranya untuk Pemerintah Provinsi (Budhipura) serta kategori Pemerintah Kabupaten dan Kota (Budhipraja).

Terdapat delapan nominator Anugerah Iptek Kategori Budhipura di tingkat provinsi, yakni Bali, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.


Sementara, tujuh kabupaten yang jadi nominator ialah pemerintah kabupaten Badung, Bogor, Konawe Selatan, Kulon Progo, Luwu Utara, Toli Toli, dan Wonogiri. Sedangkan tujuh nominator di tingkat kota adalah Kota Bukittinggi, Cimahi, Salatiga, Surakarta, Pontianak, Tarakan, dan Tegal.

Pemaparan nominator dilaksanakan pada Senin (29/7) hingga hari ini. Sementara Penyerahan Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 akan digelar pada 27 Agustus 2019 di Denpasar, Bali. Anugerah ini juga dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 tahun 2019. (lir/jbr)