BBM Naik, Penderita Sakit Jiwa Semarang Membludak

BBM Naik, Penderita Sakit Jiwa Semarang Membludak

- detikNews
Rabu, 19 Okt 2005 15:52 WIB
Semarang - Adakah hubungan antara kenaikan harga BBM dengan penderita sakit jiwa? Jawabnya, sangat mungkin ada! Pasalnya, pada Oktober tahun ini, penderita sakit jiwa di Semarang membludak.Menurut data RSJ Amino Gondo Utomo Semarang, peningkatan pasien terjadi menjelang Oktober. Dari 235 tempat, sebanyak 205 terisi pasien rawat inap. Sementara pasien rawat jalan bisa mencapai 60-70 orang per hari."Kebanyakan sih karena persoalan ekonomi. Mungkin saja soal BBM. Mereka kan tidak pernah terus terang kenapa anggota keluarga mereka sakit," tutur Direktur RSJ Amino Gondo Utomo Semarang Izzudin usai rapat dengan Komisi B DPRD Jateng, di Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (19/10/2005).Selain persoalan ketertekanan ekonomi, Izzudin menduga masyarakat memanfaatkan dana JPS yang diberikan per Oktober tahun ini. Dengan dana kompensasi BBM itu masyarakat tidak perlu membayar biaya perawatan.Izzudin menyatakan, saat ini pasien sudah agak berkurang. Ada yang sudah sembuh, ada pula yang hanya menjalani rawat jalan. Meski demikian, dibanding bulan-bulan sebelumnya, bisa dikatakan pasien terhitung meningkat drastis per Oktober ini.Untuk tahun ini, lanjutnya, alokasi dana tersebut digunakan untuk 94 tempat. Untuk tahun depan, jumlahnya akan ditingkatkan hingga 105 tempat. "Ini khusus JPS. Jadi pasien tidak perlu bayar," terangnya.Izzudin menjelaskan, selama ini banyak pasien yang tidak diambil keluarganya. Akhirnya, pihak RS merelakan waktunya mengantar pasien yang sudah sembuh ke rumah keluarga. Kalau tidak begitu, pasien tersebut dirawat di RS.Dijelaskannya, sebagian besar pasien berasal dari Kota Semarang. Disusul dengan Demak, Grobogan, Kudus, Pati, Pekalongan, dan Kendal. "Kita terima semua pasien bagaiamanapun keadaannya. Apalagi kalau mereka datang dengan borgolan polisi," demikian Izzudin. (nrl/)


Berita Terkait