Polisi Investigasi Kasus Narkotika-Pornografi Model Kontroversial Inggris

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 31 Jul 2019 06:00 WIB
Terrence Murrell, model Inggris yang ditangkap di Bali. (Foto: Facebook/North Wales Police)
Terrence Murrell, model Inggris yang ditangkap di Bali. (Foto: Facebook/North Wales Police)
Denpasar - Petugas menemukan bong, suntikan bekas, dan obat-obatan daftar g saat menangkap model asal Inggris Terrence Murrell (Terry) di Kerobokan, Bali. Polisi pun mengusut dugaan penjualan narkotika dari Terry.

"Polresta Denpasar masih melakukan penyelidikan," kata Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan saat dihubungi, Rabu (31/7/2019).

Di Inggris, Terry diadili karena terlibat sindikat impor steroid mentah. Dia sempat diburu karena tidak menghadiri sidang putusan sehingga pengumuman dan foto Terry pun disebarkan di Facebook.

Dalam keterangannya, Terry sebelumnya sudah mengaku bersalah dalam kasus obat-obatan terlarang berupa steroid anabolik. Tapi Terry tidak hadir dalam sidang putusan yang seharusnya berlangsung pada 8 Juni 2018.

Terry pun diyakini sudah berada di Pulau Dewata sejak Juni 2018. Pelariannya pun berakhir saat diciduk petugas Imigrasi Minggu (28/7) pukul 02.00 Wita.

Saat dibekuk, dari ponsel Terry ditemukan ada 20-an video berkonten pornografi menyimpang. Diduga Terry juga menjual video pornonya untuk mendapatkan uang. Polisi pun berkoordinasi untuk menyelidiki indikasi tindak pidana pornografi di video tersebut.

"Penyelidikan narkoba Satresnarkoba Denpasar dan penyelidikan dugaan tindak pidana pornografi Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Bali," ucap Ruddi.

Sebelumnya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai Amran Aris mengatakan Terry berada di Indonesia sejak 31 Januari 2019. Dia diketahui sudah overstay selama 151 hari di Bali.


Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan sejumlah barang bukti berupa alat isap sabu, obat-obatan daftar g, alat suntik bekas, dan vitamin/steroid. Terry pun positif menggunakan morfin.

"Dia sudah dua kali datang ke Bali, sebelumnya 2018. Kemungkinan punya kawan, dari WA-nya ada yang bisa diperdalam dari Polri karena ada ekstrem soal narkotika," ujar Amran di kantornya Jl Raya Taman Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Selasa (30/7).

HP milik Terry juga turut diperiksa polisi. Di HP tersebut ditemukan berbagai konten porno yang diduga dibuat olehnya.

Amran mengatakan dari ponsel Terry ditemukan puluhan video porno yang diduga diproduksi sendiri. Amran belum bisa memastikan apakah video itu diproduksi di Bali.

"Durasi pendek, 8 menit, kebetulan saya pribadi jijik melihatnya, mungkin ada 20-an. Saya tidak mengatakan bahwa itu dibuat di Bali. Yang bersangkutan dapat kita identifikasi dengan tatonya dengan perempuan Asia ya. Saya tidak tahu itu Indonesia atau Thailand dan locus delicti-nya perlu pendalaman. Kepolisian yang punya ahlinya," terangnya.



Simak Video "Mencari Kebijakan Narkotika yang Ideal dan Humanis"

[Gambas:Video 20detik]

(ams/nvl)