5 Fakta Bupati Kudus Muhammad Tamzil yang Kena OTT KPK

Virgina Maulita Putri - detikNews
Sabtu, 27 Jul 2019 11:13 WIB
5 Fakta Bupati Kudus Muhammad Tamzil yang Kena OTT KPK Foto: dok Diskominfo Kudus
Jakarta - Bupati Kudus Muhammad Tamzil terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Tamzil diduga terlibat dalam kasus suap 'jual beli' jabatan. Selain Tamzil, KPK juga mengamankan delapan orang lainnya.

"Beberapa saat setelah transaksi terjadi, KPK mengamankan total 9 orang sampai saat ini. Mereka terdiri dari unsur kepala daerah, staf, dan ajudan bupati, serta calon kepala dinas setempat," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan kepada wartawan.

Dalam OTT ini, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan awal. Setelah itu, KPK akan mengumumkan siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka.



Lantas bagaimana sosok dan rekam jejak Muhammad Tamzil? Berikut fakta-faktanya yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Lulusan Universitas Diponegoro

Muhammad Tamzil lahir di Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 16 Agustus 1961. Ia merupakan alumni Universitas Diponegero dan pernah menempuh pendidikan S1 dan S2 di universitas tersebut.

2. Pernah Menjadi Bupati Kudus Sebelumnya

Karier politik Muhammad Tamzil dimulai pada tahun 2000. Saat itu ia dipercaya menjadi Wakil Bupati Semarang hingga tahun 2003. Setelah itu, ia kemudian terpilih menjadi Bupati Kudus untuk periode 2003-2008.

3. Sempat Menjadi Calon Gubernur Jawa Tengah

Lima tahun menjabat sebagai Bupati Kudus, Muhammad Tamzil kemudian mencoba peruntungannya untuk mengikuti pemilihan gubernur Jawa Tengah tahun 2008. Saat itu, ia berpasangan dengan Abdul Rozaq Rais dan didukung oleh PPP dan PAN. Sayangnya, Tamzil gagal menjadi Gubernur Jateng dan harus mengakui kemenangan pasangan calon Bibit Waluyo dan Rustriningsih.



4. Pernah Dibui karena Korupsi

Pada tahun 2014, Kejaksaan Negeri Kudus mengendus adanya korupsi yang dilakukan oleh Tamzil saat masih menjabat sebagai Bupati Kudus. Saat itu, Tamzil diduga melakukan korupsi dana bantuan saran dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus untuk tahun anggaran 2004.

Tamzil dijerat sebagai tersangka dan ditahan pada September 2014. Tamzil divonis bersalah dengan hukum 1 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Dia pun menghuni penjara hingga akhirnya mendapatkan pembebasan bersyarat dari Lapas Kedungpane, Semarang, pada Desember 2015.

5. Terpilih Lagi Sebagai Bupati Kudus

Pada Pilkada Serentak tahun 2018, Muhammad Tamzil kembali maju sebagai Bupati Kudus dan menggandeng Hartopo sebagai wakilnya. Saat itu, ia dan Hartopo diusung oleh Hanura, PKB dan PPP.

Dalam Pilkada tersebut, Tamzil dan Hartopo berhasil memenangkan 42,51% suara dan mengalahkan empat pasangan calon lainnya. Mereka kemudian dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada tanggal 24 September 2018.

Kini, belum genap setahun menjabat sebagai Bupati Kudus di periode keduanya, dan selang 3 tahun 7 bulan setelah keluar dari bui, Tamzil ditangkap oleh KPK. (vmp/lus)