Dikepung Kabut Asap, Alat Pantau Kualitas Udara di Palangka Raya Malah Rusak

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Jul 2019 17:01 WIB
Foto: Warga Kota Palangka Raya saat melintas di depan monitor tampilan ISPU di Bundaran Besar Kota Palangka Raya, Kamis (18/7/19) (Foto Antara Kalteng/Rendhik Andika)
Palangka Raya - Kota Palangka Raya saat ini tengah dikepung kabut asap kebakaran hutan. Namun, alat pemantau kualitas udara di Ibu Kota Kalimantan Tengah (Kalteng) itu malah rusak.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, menyatakan tidak bisa memantau kualitas udara lantaran alat pemantau kualitas udara rusak. Warga pun diminta memakai masker jika keluar rumah.

"Kalau bicara soal kualitas kita harus punya data. kebetulan data kita ambil dari alat. Kita tidak punya alat. Alatnya yang ada kebetulan punya Kementerian dan kondisinya rusak (error)," kata Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya Bowo Budiarso, yang dikutip dari Antara, Jumat (26/7/2019).



Dia mengatakan, pihaknya telah melapor ke Kementerian Lingkungan Hidup dan mengajukan permohonan perbaikan. Selain itu, pihaknya juga telah menyampaikan ke Kementerian Lingkungan hidup bahwa kondisi di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah mulai diselimuti kabut asap tipis.

"Masalahnya mereka ke sini, kita tidak ngerti. Tapi surat itu sudah dijawab dan akan melakukan perbaikan alat itu. Kemarin katanya tanggal 18-24 Juli. Cuma kita belum tahu pastinya," terangnya.

Saat dikonfirmasi kembali terkait cara masyarakat mengetahui kualitas udara yang ada di Kota Palangka Raya dia menjawab hanya bisa mengandalkan perasaan saja.

"Ya kita pakai perasaan aja. Lah, kita kan harus pakai data. Untuk dapat data harus pakai alat tapi alatnya rusak. Terus kita pakai apa, kan tidak punya alat," jelasnya.



Anggota DPRD Palangka Raya Komisi B, Jum'atni, mempertanyakan tidak berfungsinya layar penampil Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU). Pihaknya akan segera bertanya ke pemkot atau pemprov kenapa alat itu rusak.

"Jika alat itu tak berfungsi masyarakat pun tak tahu kondisi atau kadar kesehatan udara yang dihirup setiap hari. Apalagi saat ini kabut asap semakin menebal," ujar Jum'atni dari partai PAN itu.


Simak Juga 'Bertemu Menlu Singapura, Jokowi Bahas Ruang Kendali Udara?':

[Gambas:Video 20detik]

(rvk/asp)