detikNews
Kamis 25 Juli 2019, 17:14 WIB

Jalani Rekonstruksi, Isnen Akui Sempat Minta Balikan Sebelum Bakar Kekasihnya

Raja Adil Siregar - detikNews
Jalani Rekonstruksi, Isnen Akui Sempat Minta Balikan Sebelum Bakar Kekasihnya Rekonstruksi pembakaran pacar karena tidak terima diputuskan. (Foto: dok. Polsek Babat Toman)
Palembang - Pelaku pembakaran sang kekasih, Isnen (23) karena tidak terima diputus cinta menjalani rekonstruksi di halaman Polres Musi Banyuasin. Dalam rekonstruksi itu terungkap Isnen sempat mengajak korban, Irma balikan.

"Rekonstruksi siang ini ada 25 adegan, semua sesuai dengan yang tertuang di BAP. Hadir tadi tersangka dan keluarga korban," terang Kapolsek Babat Toman, AKP Ali Rojikin saat dikonfirmasi lewat telepon, Kamis (25/7/2019).

Dikatakan Ali, dalam rekonstruksi Isnen mengakui telah merencanakan aksinya itu. Sebab Isnen tak terima diputus cinta setelah mereka menjalin asmara sejak 2012 lalu.

"Tersangka nggak terima hubungannya yang telah dijalin sejak 7 tahun berakhir begitu saja. Tidak ada alasan dari sang kekasih atau korban, kenapa diputuskan," kata Ali.



Sebelum melakukan aksi nekat tersebut, Isnen mengaku sudah dua kali meminta maaf dan meminta kembali melanjutkan hubungan mereka. Tetapi permintaan itu ditolak korban.

"Sudah 2 kali minta balikan, tapi korban tidak mau. Ya itu semua terungkap tadi dalam rekonstruksi," kata mantan Kasat Reskrim Polres Lubuk Linggau tersebut.

Setelah rekonstruksi, pelaku kini dijerat Pasal 340, Pasal 187 ayat (3), Pasal 351 ayat (3) KUHP. Pelaku terancam pidana seumur hidup atau hukuman mati atas perbuatan sadisnya.

Rekonstruksi pembakaran pacar karena tidak terima diputuskan.Rekonstruksi pembakaran pacar karena tidak terima diputuskan. (Foto: dok. Polsek Babat Toman)


Sementara pelaku mengaku aksi nekat itu dilakukan karena sakit hati. Bahkan dia merasa dibohongi oleh korban. Hal itulah yang mendorong dia melakukan dan merencanakan perbuatan itu sejak di rumah.

"Aku sakit hati, merasa dibohongi. Kami sudah 7 tahun pacaran sejak SMA," kata Isnen.



Sakit hati itu, kata Isnen disebabkan oleh penyataan korban karena meminta putus sepihak. Pernyataan putus bahkan hanya disampaikan melalui pesan singkat SMS.

"Irma (korban) minta tunangan dengan emas kawin 1 suku. Aku jawab tunggu sampai Agustus nanti. Setelah tiga hari bilang tunangan, SMS dan minta putus. Aku nggak terima," katanya singkat.

Untuk diketahui, Irma mengalami luka bakar 70 persen di sekujur tubuhnya. Rupanya luka bakar itu disebabkan ulah Isnen yang tidak rela diputus cintanya.

Tidak terima cinta diputuskan sepihak, Isnen lantas mendatangi tempat kerja korban pada Rabu 9 Juli lalu. Isnen yang tak terima diputus cinta marah dan terjadi keributan.

Tidak hanya itu saja, Isnen ternyata telah membawa minyak bensin dalam plastik. Korban disiram dan dibakar hidup-hidup hingga sempat dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dunia pada 17 Juli lalu.
(ras/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com