Bermula pada Rabu, 9 Juli lalu ketika Isnen mendatangi Irma di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Maksud kedatangan Isnen untuk meminta kejelasan hubungannya dengan Irma setelah diputuskan jalinan asmaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat itu Isnen rupanya sudah menyiapkan bensin yang dibungkus dalam kantong plastik. Tanpa basa basi Isnen menyiramkan bensin itu ke tubuh Irma dan menyulutnya dengan korek api.
Tak ayal Irma berteriak kesakitan. Teriakan Irma pun mengundang warga sekitar dan membuat Isnen langsung melarikan diri. Sementara, Irma langsung dilarikan ke RSUD Sekayu.
"Setelah kejadian, anggota (kepolisian) langsung ke rumah pelaku, tapi sudah nggak ada di rumah. Kami imbau (pelaku) menyerahkan diri, pelaku akhirnya datang ke Mapolres dan diterima oleh Ibu Kapolres (AKBP Andes Purwati)," kata Deli Haris.
Polisi langsung memproses hukum Isnen. Dari pengakuannya, polisi mendapati Isnen tidak terima karena diputus cintanya setelah menjalin hubungan asmara selama 7 tahun.
"Motif penganiayaan yang dilakukan ini karena sakit hati diputuskan korbannya. Pelaku mengaku mereka sudah pacaran sejak 7 tahun lalu," kata Deli Haris.
(ras/dhn)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini