detikNews
Kamis 25 Juli 2019, 17:12 WIB

Polri Telusuri Penyebaran Obat Paten Palsu di Semarang secara Online

Audrey Santoso - detikNews
Polri Telusuri Penyebaran Obat Paten Palsu di Semarang secara Online Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Polri mengatakan penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim sedang bekerja sama untuk membongkar peta distribusi obat palsu PT Jaya Kurnia Investindo (JKI). Dilibatkannya penyidik siber karena adanya transaksi pendistribusian maupun pembayaran oleh PT JKI melalui internet.

"Ada transaksi-transaksi pendistribusian maupun pembayaran melalui jalur internet. Dari jejak digital itu nanti didalami, ke mana saja pendistribusian melalui order internet maupun pembayaran," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Hotel Grandkemang, Jakarta Selatan, Kamis (25/7/2019).

Dengan penelusuran ini, Dedi menuturkan tidak menutup kemungkinan jumlah apotek yang menggunakan obat dari PT JKI akan bertambah. "Kalau nanti sudah diketahui, tidak menutup kemungkinan akan bertambah jumlah apotek-apotel yang menerima obat tersebut," ucap Dedi.

Dedi menjelaskan sebaran apotek yang menggunakan obat palsu PT JKI mayoritas berada di Jawa Tengah. Namun, pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya apotek di wilayah lain yang juga mengambil obat dari perusahaan tersebut.

"197 sebagian besar di wilayah Jawa Tengah. Makanya lagi didalami untuk Jawa Timur, Jawa Barat dan lain-lain. Dengan bekerjasama dengan Siber Bareskrim untuk mengetahui alur distribusinya lewat internet," jelas Dedi.

Bareskrim Polri sebelumnya berhasil mengungkap kasus dugaan pemalsuan obat yang diproduksi di sebuah pabrik di Semarang, Jawa Tengah. Polisi menyebut hampir sebanyak 200 apotek mendapat pasokan obat-obatan dari pabrik tersebut.

"Ada 197 apotek yang menjadi pelanggan tetap daripada PT JKI (Jaya Karunia Investindo). Perbuatan tersangka sudah dilakoni selama 3 tahun belakangan dan transaksi dalam satu bulan sekitar kurang lebih Rp 400 juta," kata Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (22/7).

Mirisnya, PT JKI tercatat sebagai Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI. Modus perusahaan tersebut yakni dengan mengemas ulang obat-obatan kedaluwarsa.

"Dalam pratek usahanya, tersangka melakukan pengemasan ulang terhadap obat-obatan keras generik menjadi obat-obat paten non-generik yang memiliki harga lebih mahal. Selain itu tersangka melakukan pemalsuan terhadap tanggal kadaluarsa, kemasan obat, dan kapsul obat," terang Fadil.

(aud/fdu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com