detikNews
2019/07/22 20:34:33 WIB

Round-Up

Perebutan Kursi MPR Kian Panas

Tim detikcom - detikNews
Halaman 3 dari 3
Perebutan Kursi MPR Kian Panas Ilustrasi (Lamhot Aritonang/detikcom)



Adalah Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan yang menyinggung soal 'kemesraan' partainya dengan PDIP. Kemesraan yang dimaksud Syarif terkait pimpinan DPR-MPR pada 2009.

Syarief mengatakan periode pemerintahan 2009-2014 adalah masa-masa mesra partainya dengan PDIP. Sebab, saat itu Ketua DPR dijabat Marzuki Alie dari Partai Demokrat dan Ketua MPR dijabat Taufiq Kiemas dari PDIP.

"Jadi 2009-2014 saya pikir masa-masa mesranya Demokrat dengan PDIP. Pada saat itu Partai Demokrat Ketua DPR, PDIP jadi Ketua MPR. Dan itu didukung penuh oleh Partai Demokrat," katanya.

"Kami memang sebenarnya juga ingin (kursi Ketua MPR) gitu ya, tetapi kita lihat nanti perkembangannya. Ini kan lobi politiknya bagaimana di fraksi dan pimpinan-pimpinan partai politik yang lainnya," imbuh Syarief.

Menurut Syarief, Demokrat sudah menyiapkan nama kader untuk menduduki kursi pimpinan MPR, namun nama itu masih ada di tangan SBY. Ia pun menegaskan siap diajak oleh PDIP untuk bergabung dalam paket yang sama.

"Sangat siap, sangat siap. Kita kan sudah berpengalaman dalam PDIP, jadi saya pikir itu sejarah yang betul-betul patut menjadi pelajaran bagi kita bahwa kalau kita berkolaborasi dengan baik, saya pikir bangsa ini akan lebih bagus ke depan," ucapnya.




Syarief menyatakan keinginan Demokrat menduduki kursi Ketua MPR salah satunya adalah untuk menjadi solusi penengah dari partai-partai lain yang tengah berebut kursi yang sama. Menurutnya, Demokrat adalah partai yang paling bisa diterima oleh semua pihak.

Hanya, PDIP turut memendam keinginan. Hendrawan meminta Demokrat memberikan sinyal nama figur yang bisa menyamai peran mantan Ketua MPR Taufiq Kiemas. Hendrawan turut mengatakan di lingkup internal PDIP belum ada tokoh yang bisa menyaingi Taufiq Kiemas.

"Itu tadi sudah saya sebut. Wakil Ketua MPR kita sekarang kan Pak Ahmad Basarah, doktor Pancasila, lima tahun mendampingi Pak Taufiq Kiemas," ungkapnya.

Selain Basarah, ada kader PDIP lain yang juga dinilai cocok duduk di kursi pimpinan MPR, salah satunya Menkum HAM Yasonna Laoly, yang akan melenggang ke Senayan pada periode 2019-2024. Namun, ia menegaskan, keputusan soal nama itu sepenuhnya menjadi kewenangan sang ketum Megawati Soekarnoputri.

"Beliau dulu pimpinan fraksi, Pak Yasonna Laoly, terus Pak Trimedia Pandjaitan, banyak, Andres Hugo Pareira, tokoh-tokoh yang berkecimpung memahami konstitusi dan sistem ketatanegaraan sekarang," paparnya.



Simak Juga 'Demokrat Ikut Berebut Kursi Ketua MPR':

[Gambas:Video 20detik]


(dhn/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com