detikNews
Senin 22 Juli 2019, 10:46 WIB

Soal Trotoar Cikini, Ferdinand Anggap Habiburokhman Salah Tangkap Kritiknya

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Soal Trotoar Cikini, Ferdinand Anggap Habiburokhman Salah Tangkap Kritiknya Pelebaran Trotoar Cikini (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean ditantang joging oleh politikus Partai Gerindra Habiburokhman imbas protes Ferdinand pada pelebaran trotoar di Jalan Cikini Raya. Apa jawaban atas tantangan itu?

"Habiburokhman senior saya dan sekaligus sahabat saya. Tapi saya harus katakan bahwa Habiburokhman salah menangkap esensi pemikiran dalam kritik saya," ujar Ferdinand saat dihubungi, Senin (22/7/2019).


Menurut Ferdinand, esensi pemikirannya adalah tentang bagaimana membuat kebijakan proporsional menggunakan lahan yang tersedia untuk semua pengguna. Hal itulah yang menurutnya harus menjadi dasar membuat kebijakan di Jakarta yang terkenal dengan kemacetannya.

"Ini yang harus jadi dasar membuat kebijakan, sehingga Jakarta yang terkenal dengan kemacetannya tidak semakin macet karena badan jalan yang ada diambil untuk memperlebar trotoar yang sesungguhnya sudah sangat memadai dan cukup, apalagi di Jalan Cikini yang sangat kompleks wilayahnya," tuturnya.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean / Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean (Foto: Dok. Pribadi)

Tantangan dari Habiburokhman itu dinilai Ferdinand menunjukkan bahwa esensi pemikiran tersebut belum dipahami olehnya. Ferdinand mengatakan trotoar 1,5 meter sudah sangat cukup untuk pejalan kaki di Jakarta yang menurutnya tidak begitu ramai.

"Pertanyaan untuk Habiburohkman, untuk apa trotoar 3 meter lebih kalau hanya untuk joging? Lagian kalau mau joging, kan banyak sarana olahraga, manfaatkan itu. Trotoar itu prinsip dasarnya bukan untuk joging, tapi pejalan kaki. Kalau mau olahraga, ke tempat olahraga saja, banyak tempatnya di Jakarta," tegasnya.


Terkait tantangan yang diajukan, Ferdinand akan menerimanya, tetapi tidak di trotoar Cikini. Ia pun memberikan alternatif lokasi di GBK atau naik gunung.

"Saya akan terima tapi tidak di Cikini. Udara Jakarta tinggi polusi. Bukannya sehat malah sakit karena terlalu banyak menghirup udara yang tercemar polusi," tegasnya.

"Masak, mau joging di lokasi yang udaranya polusi tinggi? Cari tempat lain aja, misalnya lomba joging naik gunung. (Atau joging) ya misalnya di GBK boleh lah, itu tempat olahraga," lanjut dia.

Ferdinand pun berkelakar jika Habiburokhman akan kalah jika menantangnya joging. "Oh ya satu lagi, saya jamin Habiburokhman kalah joging sama saya," candanya sambil membubuhkan emoji tertawa.


Sebelumnya diberitakan, politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang mengkritik pelebaran trotoar di Cikini itu. Menurut Ferdinand, pelebaran trotoar itu bikin jalan untuk kendaraan bermotor jadi sempit dan macet. Keluhan itu mula-mula disampaikan Ferdinand lewat akun Twitter @FerdinandHaean2. Dia menyertakan foto kemacetan di Cikini.

"Jakarta itu jalanannya macet, ruas jalan tak lg ideal dgn jumlah kendaraan. Tp koq bs Pemda DKI merampas badan jalan untuk memperlebar trotoar hingga 3 mtr lebih. Cikini yg slm ini padat, makin padat. Trotoar itu cukup 1,5 mtr utk pejakan kaki. @DKIJakarta," tulis Ferdinand pada Jumat (19/7).

Habiburokhman / Habiburokhman (Foto: Twitter/@habiburokhman)

Merespons kritik itu, politikus Partai Gerindra Habiburokhman memberikan pembelaan untuk kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan. Pembelaan itu awalnya disampaikan Habiburokhman lewat Twitter. Menurutnya, baru Anies yang punya inovasi untuk melebarkan trotoar di Cikini itu setelah 12 tahun.

"Sdh 12 tahun gua ngantor di Cikini Raya, baru Gub Anies kepikiran lebarin trotoar, kebayang dua minggu lagi bisa jogging sore di pinggir jalan kayak di negara2 maju. Bang @FerdinandHaean2 mau ikutan ?" cuit Habiburokhman lewat akun Twitternya, @Habiburokhman, Minggu (21/7).
(azr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com