detikNews
Minggu 21 Juli 2019, 09:54 WIB

Bamsoet: Pengadaan Dana Saksi Pemilu dari Golkar Amburadul

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Bamsoet: Pengadaan Dana Saksi Pemilu dari Golkar Amburadul Foto: Bamsoet (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Bambang Soesatyo (Bamsoet) tidak ingin kader Partai Golkar terlilit utang dalam menggerakkan mesin partai. Pria yang ingin maju jadi caketum Golkar ini berharap persoalan kekurangan dana saksi tidak terulang.

"Saya tidak ingin lagi melihat pengurus daerah terlilit utang atau sampai menguras harta kekayaan untuk menggerakkan mesin partai akibat tidak adanya bantuan dana dari pusat," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Minggu (21/7/2019).

Hal ini disampaikan Bamsoet seusai bertemu Ketua Dewan Pimpinan Daerah tingkat Kota/Kabupaten (DPD II) Golkar. Bamsoet juga menyinggung kurangnya dana saksi pada pemilu serentak 2019 lalu.

"Padahal fungsi saksi partai ini sangat penting. Merekalah garda partai terdepan dalam mengawasi kecurangan Pemilu dan mengawal suara perolehan partai di daerah masing-masing. Saya tidak ikhlas melihat pengurus daerah dikambinghitamkan akibat turunnya suara Partai Golkar karena tidak bisa mengatur saksi di daerah" tutur Bamsoet yang saat ini menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Pratama Golkar ini.

Bamsoet mengatakan belum ada dalam sejarah pelaksanaan pemilu, Golkar mengalami masalah terkait dana saksi pemilu. Dia menyebut ada saksi yang sama sekali tidak menerima dana.

"Belum pernah dalam sejarah Golkar pengadaan dana saksi pemilu amburadul seperti pemilu 2019 kemarin. Di mana dana saksi tidak turun sama sekali di beberapa daerah. Kalaupun ada yang turun, pemilu sudah selesai. Sehingga tidak sedikit ketua-ketua daerah pontang-panting cari pinjaman dan bahkan ada yang terpaksa jual rumah dan mobil untuk menutup uang saksi yang semula dijanjikan oleh pusat," ujar Bamsoet.

Selain itu, Bamsoet juga berharap tidak terjadi lagi kegaduhan jelang Munas Partai Golkar. Dia menyebut banyak pengurus yang dicopot jabatannya karena berbeda pilihan dukungan.

"Kegaduhan terjadi jika ada pihak yang menggunakan kekuasaannya untuk mem-PLT-kan pengurus daerah atau memecat kader akibat berbeda pilihan dukungan. Hal seperti ini yang tak boleh dibiarkan terjadi. Merekalah yang sesungguhnya ingin merusak Partai Golkar," tutur Bamsoet.

Bamsoet berjanji untuk dapat mengubah citra Partai Golkar ke depan. Dia ingin generasi millenial nantinya banyak yang bergabung dengan Partai Golkar.

"Di Pemilu 2019, tidak sampai 5 persen millenial memilih Partai Golkar. Padahal di tubuh Partai Golkar ada Pemuda Pancasila, FKPPI, AMPI dan AMPG yang sayangnya tak pernah disentuh oleh DPP Partai Golkar. Rebranding menjadi partai modern dan gaul harus segera dilakukan. Partai Golkar harus menjadi Partai Jaman Now, bukan partai jadul yang ketinggalan zaman," pungkas Bamsoet.


Simak Video "Jelang Munas, 'Beringin' Memanas"

[Gambas:Video 20detik]


(fdu/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com