Alwi: Persentase Penyimpangan Kompensasi BBM Kecil
Senin, 17 Okt 2005 15:28 WIB
Jakarta - Banyaknya laporan tentang penyimpangan dalam penyaluran subsidi langsung tunai belum dianggap sebagai kegagalan oleh pemerintah. Menurut Menko Kesra Alwi Shihab, persentase penyimpangan dalam penyaluran kompensasi kenaikan harga BBM itu relatif kecil."Penyimpangan tidak banyak terjadi. Dari 15 juta hanya ada 500 ribu. Itu banyak tapi angka persentasenya kecil. Orang yang berhak dan tidak mendapatkan hanya lima sampai 10 persen," kata Alwi usai menerima kunjungan Menteri Kesehatan AS di kantor Menko Kesra, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (17/10/2005).Menurut Alwi, pemerintah terus memperbaiki mekanisme penyaluran subsidi langsung tunai (SLT)."Dari hari ke hari kita akan terus perbaiki. Masyarakat jangan tergesa-gesa mengambil uang karena Desember masih bisa," katanya.Perbaikan mekanisme penyaluran SLT ini tersebut menyediakan cost sendiri untuk warga lanjut usia (lansia). Ini untuk mencegah terulangnya kejadian ada lansia meninggal karena berdesakan saat mengantre untuk mengambil SLT.Hanya EksesSementara Menkominfo Sofyan Djalil mengkomentari soal adanya Ketua RT yang dipukuli warganya karena tidak becus dalam menyalurkan kartu kompensasi BBM. "Itu hanya ekses," kata Sofyan yang ditemui detikcom/b> usai mendampingi Alwi menerima Menkes AS.Sofyan meminta masyarakat melihat kasus ini sebagai teknik administratif karena luasnya cakupan wilayah dan terbatasnya waktu. "Kita mengimbau hal tersebut tidak terjadi lagi. Peristiwa itu juga ekses samping karena waktu masyarakat protes tidak mendapatkan respons yang baik," katanya.Kebijakan kenaikan harga BBM, menurut Sofyan, merupakan pilihan yang kurang buruk dari dua kebijakan yang sama-sama buruk. "Bila tidak menaikkan BBM, rupiah akan anjlok, krisis ekonomi akan terjadi, dan peristiwa 1998 akan terulang," dalilnya.
(gtp/)











































