detikNews
2019/07/16 21:35:23 WIB

Round-Up

Ratna Sarumpaet Tak Melawan Putusan Meski Protes Bibit Keonaran

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Ratna Sarumpaet Tak Melawan Putusan Meski Protes Bibit Keonaran Ratna Sarumpaet (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Terdakwa kabar bohong (hoax) penganiayaan Ratna Sarumpaet memutuskan menerima vonis 2 tahun penjara. Ratna tak mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel).

"Setelah beberapa pertimbangan kami berikan, baik pertimbangan hukum atau non-hukum, terutama pada masa hukuman yang akan dijalani oleh ibu dan dipotong masa tahanan, maka kami tadi dan beliau juga memutuskan tidak akan mengajukan banding," kata pengacara Ratna Sarumpaet, Desmihardi, kepada wartawan di rutan Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Desmihardi mengatakan keyakinan hakim soal Ratna Sarumpaet 'membuat keonaran' masih bisa diperdebatkan. Tapi pihak Ratna memilih tidak mengajukan permohonan banding.

"Bibit-bibit keonaran dianggap sebagai suatu keonaran, itu mungkin peluang hukum kami. Tapi sementara, mengingat pertimbangan dari non-hukumnya, kami tidak mengajukan upaya hukum banding pada perkara ini," ujar dia.

Ratna Sarumpaet sebelumnya menanggapi pertimbangan majelis hakim dalam putusan yang dibacakan pada persidangan, Kamis (11/7). Menurutnya, unsur keonaran seharusnya tidak terbukti sebagaimana dalam dakwaan jaksa. Tapi Ratna mempertanyakan pertimbangan hakim yang menyebut ada benih-benih keonaran.


"Benih-benih itu kan bahasa yang dikamuflase sedemikian rupa. Kan hukum itu ada kepastiannya, nggak bisa benih-benih kok tiba-tiba memunculkan itu. Nanti harus dibongkar lagi kamus bahasa Indonesia maksudnya," kata Ratna.

Keheranan yang sama diungkapkan putri Ratna, Atiqah Hasiholan. Atiqah mengaku bersyukur vonis jauh lebih rendah daripada tuntutan jaksa, yakni 6 tahun penjara.

"Tapi yang saya yakini adalah... apa makna keonaran itu, di mana sebenarnya tidak terpenuhi di sini. Tapi tiba-tiba muncul baru lagi, terjadinya benih-benih keonaran. Saya jadi, lo apa lagi ini benih-benih keonaran?" tutur Atiqah.

"Walaupun di satu sisi saya bersyukur, dari 6 tahun tuntutan, ibu saya divonis 2 tahun. Tapi ya itu dia ya, kata 'keonaran', 'benih-benih keonaran'," kata Atiqah heran.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com