detikNews
Selasa 16 Juli 2019, 15:59 WIB

Jadi Tersangka Politik Uang, Caleg Gerindra Wahyu Dewanto Dicari Polisi

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Jadi Tersangka Politik Uang, Caleg Gerindra Wahyu Dewanto Dicari Polisi Foto: Danu Damarjati/detikcom
Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya tengah mencari caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Wahyu Dewanto. Wahyu dicari polisi untuk diserahkan ke kejaksaan, mengingat kasusnya terkait dugaan politik uang pada Pemilu 2019 akan segera disidangkan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, perkara pidana pemilu yang ditangani Penyidik Sentra Gakkumdu telah selesai proses pemberkasan dan siap untuk dikirim kepada JPU. Seharusnya penyidik Sentra Gakkumdu menyerahkan tersangka ke kejaksaan.

"Namun dalam perkara yang ditangani ini, tersangka tidak memenuhi panggilan oleh penyidik, baik panggilan kesatu dan panggilan kedua, penyidik juga sudah melakukan upaya pencarian ke rumah terlapor sesuai dengan alamat terlapor dan yang tertera di identitas (KTP) terlapor," jelas Kombes Argo kepada wartawan, Selasa (16/7/2019).

Argo mengatakan, pihaknya menjalankan edaran dari Kejaksaan Agung terkait pengadilan tanpa kehadiran tersangka (in ansebtia). Untuk memenuhi persyaratan in-absentia ini penyidik Gakkumdu membuat pengumuman secara resmi melalui media.



"Jadi ada batas waktu yang dibutuhkan untuk penyidikan sampai dibuat panggilan pertama, kedua sesuai alamat yang bersangkutan tidak hadir, sehingga kita melakukan sidang in absensia. Jadi itu ada edaran dari Kejagung makannya kita buat pengumuman disana ya," jelas Argo.

Argo menyebut kasus itu bermula dari adanya laporan polisi pada tanggal 01 Juli 2019 yang diketahui kasus itu terjadi pada tanggal 25 Mei 2019 di wilayah Dapil 8 DKI Jakarta dan dilaporkan oleh YH. YH melaporkan Wahyu karena diduga melakukan politik uang pada Pemilu 2019 lalu, seperti tertuang dalam laporannya bernomor LP/3945/VII/2019/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 01 Juli 2019.

"Dalam perkara dugaan tindak pidana setiap pelaksana, peserta, dan atau tim Kampanye Pemilu yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta Kampanye Pemilu secara langsung ataupun tidak langsung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523 ayat (1) jo Pasal 280 ayat (1) huruf j Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum," ungkap Argo.

Argo menambahkan, bagi warga yang mengetahui keberadaan tersangka agar melapor ke polisi.

"Bagi yang mengetahui keberadaan tersangka tersebut dapat menghubungi penyidik Subditkamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya melalui nomor HP 081218870999," tandasnya.



Simak Video "Permudah Kerja KPU, Polri Diganjar Penghargaan"
[Gambas:Video 20detik]

(sam/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed