Strategi Hasto Wardoyo Sukseskan KB untuk Generasi Milenial

Blak blakan Kepala BKKBN

Strategi Hasto Wardoyo Sukseskan KB untuk Generasi Milenial

Erwin Dariyanto - detikNews
Senin, 15 Jul 2019 07:04 WIB
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (Foto: Dokumentasi 20detik)
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (Foto: Dokumentasi 20detik)
Jakarta -

Hasto Wardoyo setidaknya memiliki dua pekerjaan rumah (PR) sejak menjadi Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) per 1 Juli lalu. Mantan Bupati Kulon Progo itu harus mensukseskan program KB untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk, serta mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Program itu harus dilaksanakan di tengah terbatasnya anggaran.

[Gambas:Video 20detik]

Pada 2019 ini pagu anggaran yang ditetapkan untuk BKKBN sebesar Rp 3,79 triliun. Dari jumlah tersebut Rp 2,27 triliun di antaranya dialokasikan untuk belanja pegawai, dan cuma Rp 1,5 triliun untuk operasional lembaga. Namun Hasto yang sukses menurunkan angka kematian ibu dan bayi saat memimpin Kulon Progo itu tak mau menyerah di tengah keterbatasan anggaran.

Untuk mensukseskan program KB, misalnya, pria kelahiran 30 Juli 1964 itu akan melakukan rebranding KB secara utuh. Dia akan menjadikan generasi milenial sebagai generasi terencana (Genre) yang paham dan sadar tentang kesehatan reproduksi.



"Selama ini kan karena tidak tahu (kesehatan reproduksi) akhirnya kawin muda. Banyak yang tidak tahu kalau infeksi gondongan itu berpengaruh kepada kesehatan testis, tingkat kesuburan, misalnya," kata Hasto kepada Tim Blak blakan detikcom.



Ia menyadari untuk memberikan pemahaman terkait kesehatan reproduksi bisa disalahpahami seolah mengajarkan soal seks. Karena itu, berkaca dari pengalamannya selama tujuh tahun memimpin Kulon Progo dia akan melibatkan para tokoh agama. "Agar tidak terkesan vulgar, waktu itu saya melibatkan para ulama. Jadi kemudian didapat simbol-simbol sebagai alat peraga," ujarnya.



Terkait kebijakan Gubernur Bali I Wayan Koster yang melarang program KB di wilayahnya, Hasto menyatakan akan segera berdialog untuk menyamakan persepsi. Ia memahami konsep yang dilontarkan Koster lebih dari sisi sosiologis, sedangkan program KB yang membatasi anak cukup dua merujuk kajian kesehatan biologis.

Bagaimana strategi dia untuk mengerjakan dua PR di tengah anggaran yang cekak? Bagaimana pula dia akan bersiasat agar bonus demografi yang dimiliki Indonesia menjadi berkah bukan musibah?

Simak selengkapnya, Blak blakan Hasto Wardoyo, "Rebranding KB dan Politik Tanpa Gaduh" di detikcom.



Simak Video "Blak-Blakan Kepala BKKBN: Rebranding KB & Politik Tanpa Gaduh"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/jat)