Pengungsi Gempa M 7,2 Pulau Bacan Butuh Tenda hingga Makanan

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 15 Jul 2019 01:15 WIB
Foto pengungsi gempa di Pulau Bacan (Dok BPBD)
Jakarta - Gempa magnitudo 7,2 di Pulau Bacan membuat warga di sekitar kawasan pantai mengungsi. Mereka kini membutuhkan berbagai keperluan untuk bertahan di pengungsian.

Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Selatan Helmi Surya Botutihe menjelaskan warga mengungsi ke sejumlah tempat di Labuha, Pulau Bacan, Ibu Kota Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Tempat pengungsian berada di daerah yang relatif jauh dari pantai.



"Di Labuha sendiri ada beberapa titik pengungsian, antara lain Kantor Bupati, Masjid Raya, kantor-kantor Pemda, dan tempat-tempat ketinggian," kata Helmi kepada detikcom, Senin (15/7/2019).

Gempa M 7,2 tersebut berpusat di 62 km sebelah timur laut Kota Labuha, Pulau Bacan, dan terjadi pukul 16.10 WIB. Gempa ini telah membuat masyarakat menjadi panik. BMKG melaporkan ada 40 gempa susulan hingga pukul 21.00 WIB.

"Yang dibutuhkan oleh pengungsi saat ini adalah tenda-tenda darurat, selimut, tikar, maupun makanan," kata Helmi.



Gempa telah menimbulkan kerusakan bangunan. Gempa juga dilaporkan memakan satu korban tewas di Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, karena tertimpa reruntuhan rumah.


Simak Video "Gempa M 7,2 Guncang Labuha Maluku Utara"

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "BNPB Kerahkan Drone, Pantau Kerusakan Gempa Halmahera Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(dnu/azr)