Kelangkaan Elpiji Akibat Distribusi yang Buruk
Sabtu, 15 Okt 2005 02:30 WIB
Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Didik J Rachbini tidak sependapat dengan ucapan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait dengan kelangkaan elpiji. Karena menurutnya, kelangkaan itu dikarenakan suplai yang kurang. Selain itu, orang juga ingin menyimpan lebih banyak karena berspekulasi dengan harapan harga elpiji akan naik, disamping karena buruknya sistem distribusi Pertamina."Orang tidak akan secepat itu beralih dari minyak ke elpiji, sehingga menyebabkan kelangkaan elpiji di pasaran," kata Didik usai buka puasa bersama di rumah Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin di Komplek Pejaten Elok Blok F 2 Jakarta Selatan, Jumat (14/10/2005).Sebelumnya Wapres Jusuf Kalla menyatakan, kelangkaan elpiji pertanda bagus karena masyarakat yang semula menggunakan minyak tanah beralih ke elpiji.Didik menambahkan, walaupun kemiskinan dan pengangguran saat ini meluas namun dirinya tetap yakin keadaan Indonesia tidak akan mengalami krisis yang parah seperti tahun 1965. "Pada saaat itu inflasi mencapai ratusan persen. Sekarang Indonesia memiliki stok pangan yang lebih banyak dan perdagangan yang lebih lancar," tukasnya.Namun demikian, pemerintah dianggap harus tetap peduli dengan angka kemiskinan dan pengangguran yang terus bertambah. Berkaitan dengan reshuffle kabinet, Didik menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada presiden. Namun Ia menilai tim ekonomi sekarang memilkii kelemahan yang sangat mendasar. "Karena tidak bisa mengorganisasi institusi dan departemennya untuk menggerakan secara kolektif kebijakan-kebijakan ekonomi dan programnya," imbuh Didik.
(ahm/)











































