Round-Up

Saat Pempek Kaki Lima Kena Pajak di Palembang

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 09 Jul 2019 20:03 WIB
Ilustrasi (Kurnia/detikTravel)
Jakarta - Pemkot Palembang saat ini mulai mengenakan pajak 10 persen terhadap para PKL baik yang menjual pecel lele, pempek, ataupun makanan lainnya. Kebijakan ini membuat warga mengeluh karena Pemkot sebelumnya baru menaikkan pajak bumi dan bangunan (PBB).

Wali Kota Palembang Harnojoyo ketika ditemui di kantornya, Selasa (9/7/2019), mengatakan pajak 10 persen itu sebenarnya sudah diterapkan jauh hari. Namun, untuk kali ini, Pemkot mulai memasang alat pemantau e-tax, sehingga semua transaksi akan terpantau. Dia mengatakan penerapan pajak itu untuk mengejar target PAD Rp 1,3 triliun.



"Saat ini kita mulai menerapkan untuk mengenakan pajak 10 persen kepada semua pengusaha. Pedagang pecel lele, rumah makan, sampai pengusaha kuliner," kata Harnojoyo.

Dengan pemasangan alat itu, Harnojoyo ingin penarikan pajak, khususnya bidang kuliner, lebih maksimal. Termasuk tidak ada tipu-tipu dalam pembayaran pajak di Kota Palembang.

"Saat mereka mendirikan izin buat rumah makan, usaha, atau sebagainya itu sudah dititipkan pajak Rp 10 persen. Jadi omzet mereka inilah yang dikenai pajak. Selama ini mereka bayar, tapi tidak sesuai," ujar Harnojoyo.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Masak Masak: Resep Pempek Lenjer Rumahan"
[Gambas:Video 20detik]