detikNews
Selasa 09 Juli 2019, 13:53 WIB

Soal Overkapasitas Lapas, Komnas HAM Bicara Hukuman Kerja Sosial

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Soal Overkapasitas Lapas, Komnas HAM Bicara Hukuman Kerja Sosial Foto: Komisioner Komnas HAM Bidang Pengkajian dan Penelitian, Choirul Anam (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)
Jakarta - Overkapasitas yang terjadi di lapas dan rutan di Jawa Barat menjadi sorotan publik. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyebut masalah ini bisa ditanggulangi dengan hukuman kerja sosial.

"Ini memang yang diselesaikannya dengan banyak hal, nggak cukup dengan hanya bangun sebanyak-banyaknya penjara, itu nggak akan selesai. Salah satu yang paling penting adalah doktrin bagaimana penegakan hukum itu," ujar Komisioner Komnas HAM Bidang Pengkajian dan Penelitian, Choirul Anam, kepada wartawan di kantornya, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019).

"Misalnya apakah semua orang yang nyuri telor untuk makan, nyuri roti untuk makan atau nyuri ayam untuk makan itu harus dipenjara? Di banyak negara, politik kebijakan hukumnya mereka tidak memenjarakannya, tapi bisa melakukan kerja sosial," sambungnya.


Menurut Anam, dengan hukum kerja sosial dapat mengurangi overkapasitas di lapas dan rutan. Tentunya, ini dibarengi dengan penegakan hukum yang tidak pandang bulu.

"Nah itu juga mengurangi apa namanya overkapasitas. Di samping memang penegakan hukum, tegakkan sajalah, agar ini menjadi contoh yang baik. Kalau nggak jadi contoh yang baik, orang-orang kelas bawah 'ini kok punya kekuasaan aja melakukan ini dibiarin', jadinya ya semakin orang berbuat kejahatan semakin besar kalau tidak ada contoh yang baik," kata Anam.

Anam mengungkapkan overkapasitas tidak dapat selesai dengan semata-mata membangun penjara. Karena menurut Anam, potensi kejahatan semakin besar dibarengi overkapasitas secara perlahan.

"Kalau potensi orang berbuat kejahatan semakin besar ya ada ya melakukan overkapasitas pelan-pelan. Jadi tidak cukup overkapasitas itu diselesaikan dengan membangun penjara," ungkapnya.


Terkait overkapasitas yang menyebabkan homoseksual dan lesbian di lapas dan rutan Jabar, Anam tidak mau berkomentar banyak. Dia tidak ingin menuduh kelompok masyarakat tertentu.

"Saya nggak mau (berkomentar). Itu sama juga dengan menuduh kelompok-kelompok, kelompok konsentrasi masyarakat," tegas Anam.

Sebelumnya, Kanwil Kemenkum HAM Jabar menemukan adanya gejala seks menyimpang dialami warga binaan di sejumlah lapas dan rutan. Hal itu dampak dari overkapasitas penjara.

Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar Liberti Sitinjak mengungkapkan lapas-lapas kelebihan kapasitas karena saat ini dihuni 23,681 orang warga binaan. Padahal, kapasitasnya hanya 15,658 orang warga binaan.

"Lapas dan rutan sudah overkapasitas. Ibarat kata, kondisi itu membuat kaki ketemu kaki, kepala ketemu kepala badan ketemu badan. Dampaknya munculnya homoseksualitas (gay) dan lesbian," ujar Liberti di SOR Arcamanik, Kota Bandung, Senin (8/7).

Simak Video "Komnas HAM: Korban Tewas Rusuh Wamena Bukan Hanya Pendatang"
[Gambas:Video 20detik]

(gbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com