Buka Simposium Penataan Wilayah Pertahanan, Menhan: Rakyat Kekuatan Bangsa

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 09 Jul 2019 10:23 WIB
Menhan Ryamizard Ryacudu (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu membuka simposium penataan wilayah pertahanan Indonesia. Ryamizard mengatakan rakyat adalah roh kekuatan pertahanan bangsa dan negara.

"Sebagaimana tertuang dalam amanat konstitusi kekuatan pertahanan negara menggunakan rakyat sebagai basis kekuatan. Rakyat adalah roh kekuatan bangsa dan negara," kata Ryamizard di gedung Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019).


Acara yang dibuka Ryamizard itu bertajuk 'Simposium Penataan Wilayah Pertahanan RI dalam Rangka mewujudkan Pertahanan Negara yang Tangguh'. Turut hadir Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno, Mayjen TNI (Purn) Subagio, pakar planologi Universitas Trisakti Yayat Supriatna, Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Abdul Kamarzuki, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Muhammad Hudori, serta pejabat di lingkungan Kemhan dan TNI.

Ryamizard lalu berbicara soal sejarah kemerdekaan. Menurutnya, saat itu TNI bersama rakyat bersama melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan.

"Sejarah juga membuktikan bahwa TNI lahir dari rahim rakyat, berjuang bersama rakyat dalam merebut kemerdekaan. Tanpa rakyat, TNI bukanlah apa-apa," kata dia.


Ryamizard mengatakan TNI dan rakyat bersatu dalam kemanunggalan sehingga tidak ada istilah sipil dan militer. "Karena ini kemanunggalan TNI dan rakyat merupakan senyawa yang tidak terpisahkan sepanjang masa. Tidak ada namanya sipil-militer, yang ada kemanunggalan TNI rakyat itu yang benar," kata dia.

Lebih lanjut, Ryamizard mengatakan TNI dan rakyat ibarat air dan ikan. Ikan tidak bisa hidup jika tidak ada air. Dia mengatakan TNI harus hidup bersama rakyat.

"TNI dan rakyat ibarat air dan ikan. Air adalah rakyat dan ikan adalah TNI atau pejuang-pejuang. Ikan tidak akan mungkin hidup, kalau ikan tidak ada airnya ya digoreng saja ikan itu," kata dia.

"Jadi TNI hidup harus sama rakyat. Konsep ini diadopsi dari perang kemerdekaan di mana pada saat itu secara konsepsional seluruh rakyat dikerahkan melakukan perlawanan bersenjata. Semua potensi bangsa harus dibangun, didayagunakan secara aktif," lanjutnya.


Sementara itu, dalam simposium ini, Ryamizard berharap acara tersebut dapat memberikan pemahaman terhadap wilayah pertahanan sehingga dapat dijadikan pedoman dalam membangun negara ke depan.

"Saya berharap melalui simposium ini dapat memberikan pemahaman, pemikiran, dan pandangan yang lebih komprehensif dan mendalam dari berbagai aspek yang bisa dijadikan pedoman bagi kita semua termasuk pemangku kepentingan dalam penataan wilayah pertahanan," kata dia.

Simak Video "Eks Menhan Ryamizard Prihatin Moralitas Anak Muda Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(lir/gbr)