detikNews
Selasa 09 Juli 2019, 08:23 WIB

Fadli Zon Tolak Rekonsiliasi, TKN Jokowi Bicara Elite Belum Move On

Eva Safitri - detikNews
Fadli Zon Tolak Rekonsiliasi, TKN Jokowi Bicara Elite Belum Move On Jokowi dan Prabowo (Foto: Rusman Jhony/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mengherankan pernyataan Waketum Gerindra Fadli Zon yang menolak rekonsiliasi. TKN mengatakan masyarakat membutuhkan ketenangan pasca-Pilpres 2019.

"Sebetulnya yang dibutuhkan masyarakat sekarang ini adalah suasana yang sejuk dan penuh ketenangan pasca-penetapan Jokowi-Ma'ruf sebagai presiden dan wakil presiden oleh KPU. Kita harus move on untuk tidak lagi bicara soal pilpres karena telah usai," ujar juru bicara TKN Ace Hasan Syadzilu ketika dihubungi, Senin (8/7/2019).

Ace pun menyerahkan keputusan rekonsiliasi kepada kubu Prabowo. Dia menegaskan saat ini Jokowi dan partai koalisi membuka pintu silaturahmi.

"Kalau menurut Fadli Zon tidak perlu rekonsiliasi tentu haknya mereka. Kami ingin masyarakat diajarkan untuk berdemokrasi dengan sehat bahwa dalam demokrasi itu perlu sportivitas. Masyarakat sendiri sudah menerima kok hasil Pemilu 2019. Yang harus dijaga yaitu justru pernyataan elitenya yang belum move on," ucapnya.


Juru bicara TKN Lena Maryana mengatakan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo pascapilpres merupakan momen penting. Menurutnya, hal itu dapat menunjukkan kepada publik bahwa Jokowi dan Prabowo dapat berjalan beriringan membangun bangsa. Lena mengatakan pertemuan itu tidak berarti menghapus sikap kritis kubu Prabowo.

"Pertemuan dua tokoh bangsa menggambarkan bahwa kontestasi 5 tahunan adalah bagian dari suksesi kepemimpinan yang dijamin konstitusi. Ketika seluruh tahapan sudah dilalui dan pilpres selesai seiring ditetapkannya hasil pilpres, maka penting menunjukkan kepada publik bahwa kedua tokoh bangsa ini bisa berjalan seiringan untuk membangun bangsa, dimulai dengan pertemuan keduanya," kata Lena.

"Meskipun ini tidak akan menghilangkan sikap kritis dari partai pengusung Pak Prabowo dan tentunya juga partai pengusung Jokowi yang memperoleh kursi di parlemen. Karena sesungguhnya kita tidak mengenal koalisi dan oposisi permanen di konstitusi kita," sambung dia.


Fadli Zon sebelumnya menolak rekonsiliasi karena menurutnya hanya akan mempertajam polarisasi di masyarakat. Fadli menganggap perbedaan pendapat dan pilihan politik di Pemilu adalah hal yang biasa. Menurutnya, perbedaan tersebut justru akan mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi, bukan sebaliknya.

"Masyarakat itu saya kira punya jalurnya sendiri, punya alurnya sendiri. Ya jangan menganggap masyarakat kita ini lebih bodoh lah, dan (masyarakat) punya wisdom sendiri, wisdom inilah yang saya kira harus kita pegang," kata Fadli di kompleks Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (8/7).


Pulangkan Habib Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi, PDIP: Aneh!

Simak Video "TKN Jokowi-Ma'ruf Bubar, Koalisi Melebar?"
[Gambas:Video 20detik]

(eva/tsa)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com