Sawahlunto Warisan Dunia UNESCO, Wali Kota: Usaha Kita Membuahkan Hasil

Sultan Jeka Kampai - detikNews
Sabtu, 06 Jul 2019 18:59 WIB
Pemandangan Sawahlunto (Randy/detikTravel)
Sawahlunto - Kota Sawahlunto resmi masuk daftar Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO dalam pergelaran Sesi ke-43 Pertemuan Komite Warisan Dunia, Sabtu (6/7/2019), di Kota Baku, Azerbaijan.

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta menyatakan hari ini akan dikenang sebagai hari yang sangat bersejarah bagi warga Kota Sawahlunto.

"Hari yang luar biasa dan akan selalu kita kenang," kata Deri Asta kepada detikcom, Sabtu (6/7).

Deri hadir dalam sidang penetapan tersebut. Sawahlunto ditetapkan UNESCO sebagai World Heritage alias Situs Warisan Dunia dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.


Menurut Deri, penetapan tersebut tidak hanya membuat bangga masyarakat Sawahlunto, tapi juga masyarakat Sumatera Barat dan Indonesia.

"Ini penghargaan yang luar biasa. Usaha kita akhirnya membuahkan hasil. Tambang batu bara ini merupakan tambang yang secara masif dan besar-besaran pertama di Asia Tenggara," katanya.
Sawahlunto Warisan Dunia UNESCO, Wali Kota: Usaha Kita Membuahkan HasilWali Kota Sawahlunto Deri Asta. (Sultan Jeka Kampai/detikcom)

"Wajib dilestarikan dengan infrastruktur yang bagus. Ayo datang ke Sawahlunto untuk menikmati kota sejarah world heritage," ajak Deri.

Kota Sawahlunto sendiri dimasukkan ke daftar sementara warisan dunia kategori budaya sejak 2015. Setelah itu, proses pengumpulan data, penyusunan dokumen pendukung, dan diskusi panjang para ahli serta akademisi dari dalam dan luar negeri makin intensif dilakukan.


Sampai akhirnya muncul usulan agar tema nominasi diperluas untuk memperkuat Nilai Universal Luar Biasa (Outstanding Universal Value).

Indonesia sudah memiliki empat warisan dunia kategori alam, yakni Taman Nasional Komodo (1991), Taman Nasional Lorentz (1999), Hutan Tropis Sumatera (2004), dan Taman Nasional Ujung Kulon (1991).

Selain itu, Indonesia punya empat warisan dunia kategori budaya, yaitu Candi Borobudur (1991), Candi Prambanan (1991), Situs Sangiran ( 1996), dan sistem subak di Bali (2012).

Simak Video "Melihat Seni Bela Diri Tai Chi, Masuk Warisan Budaya Tak Benda UNESCO"
[Gambas:Video 20detik]
(dnu/dnu)