Beda Anies dan BPPT Soal Rencana Hujan Buatan

Round Up

Beda Anies dan BPPT Soal Rencana Hujan Buatan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Jul 2019 07:02 WIB
Kepala BPPT Hammam Riza Foto: Agus/inet
Kepala BPPT Hammam Riza Foto: Agus/inet
Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) disinggung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan offside terkait rencana mengatasi pencemaran udara di Jakarta. Anies menilai BPPT tidak seharusnya mengungkap ke media rencana yang belum matang. BPPT pun mengklarifikasi hal ini agar tidak jadi polemik.

Anies menyampaikan pernyataan tersebut saat diwawancarai wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (5/7). "Soal hujan (buatan-red), nanti sesudah matang baru diumumkan," katanya.

"Menurut saya BPPT offside tuh, offside," sambung Anies.


Anies mengatakan, dirinya ingin agar langkah-langkah membereskan masalah kualitas udara di Jakarta ini bukan hanya jangka pendek. Dia ingin ada penanganan jangka panjang agar kondisi udara di ibu kota bisa membaik.

"Jadi kita ingin agar langkah-langkah untuk membereskan masalah kualitas udara di Jakarta ini bukan langkah-langkah jangka pendek saja, tapi juga jangka panjang. Nah ini jangka pendek sedang kita bicarakan, dimatangkan dulu, terus nanti baru diumumkan. Saya mendengar BPPT sudah menyampaikan ke luar. Perlu saya sampaikan bahwa itu tidak seharusnya dibicarakan dulu sebelum matang, memang mau dilakukan dulu apa tidak," jelas Anies.

BPPT sebelumnya memang telah menyampaikan soal rencana ini kepada media. Kepala BPPT Hammam Riza menyebut teknologi modifikasi cuaca (TMC) akan dilaksanakan di DKI Jakarta untuk memperbaiki kualitas udara. Ini adalah hasil rapat tim BBTMC BPPT dengan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Dia menyebut rencana itu sudah disetujui Anies.

"TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) untuk mengatasi pencemaran udara yang disebabkan kegiatan perekonomian baru pertama kali dilaksanakan. Gubernur DKI Jakarta sudah beri lampu hijau, dan meminta agar TMC dilaksanakan paling cepat setelah tanggal 10 Juli dan paling lambat sebelum periode anak sekolah masuk pasca libur (15/7)," ujar Hammam dalam rilisnya Kamis (4/7).


detikcom pun meminta respons Hammam terkait statement Anies yang menyebut BPPT offside. Hammam mengatakan, apa yang dia ungkap itu tak lebih dan kurang merupakan bagian dari keterbukaan informasi kepada publik.

"Kalau soal offside, bagi kami BPPT, peneliti dan perekayasa inginnya selalu menyampaikan ke publik berbagai informasi sebagai bagian dari keterbukaan," kata Hammam saat dihubungi detikcom, Jumat (5/7/2019).

Hammam menjelaskan, Anies menginginkan adanya solusi yang matang untuk menangani polusi udara di Jakarta. BPPT sendiri sudah punya solusi untuk jangka panjang dan jangka pendek. Karena itu, BPPT kemudian menyampaikan kepada masyarakat sebagai upaya keterbukaan kepada publik mengenai progres penanganan solusi permasalahan polusi udara di DKI Jakarta.

"Untuk hal ini kami istiqomah ya, kami semangat jika DKI memang mau benar menerapkan teknologi anak bangsa, yakni teknologi modifikasi cuaca untuk mengatasi polusi udara di wilayah DKI Jakarta. Karena TMC untuk polusi udara baru pertama kali diadakan, kita rilis sebagai upaya kita membantu DKI menjelaskan kepada masyarakat supaya tidak resah," ujar Hammam.

"Pak Anies menginginkan solusi terhadap polusi udara yang matang untuk jangka panjang. Sedangkan kan TMC sudah matang untuk jangka pendek, seperti mengatasi kebakaran hutan dan lahan, sebagai upaya mitigasi bencana," terangnya," sambungnya.


Pada prinsipnya, lanjut Hammam, upaya ini adalah bentuk dukungan bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi polusi udara.

"Kami BPPT selalu siap mendukung DKI dan seluruh pemda, serta memberikan layanan teknologi modifikasi cuaca untuk berbagai tujuan kesejahteraan masyarakat, termasuk mengurangi polusi udara yang dapat membahayakan warga," ujarnya.


Simak Video "Anies Sebut BPPT Offside soal Rencana Hujan Buatan"

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Gunakan Kapur Tohor, BPPT Prediksi Turun Hujan 23 September"
[Gambas:Video 20detik]
(hri/fjp)