Eks Ketua Perindo Sumbar Bantah Diganti karena Kinerja: Sekjen Tahu Apa?

Eks Ketua Perindo Sumbar Bantah Diganti karena Kinerja: Sekjen Tahu Apa?

Jeka Kampai - detikNews
Jumat, 05 Jul 2019 23:11 WIB
Eks Ketua DPW Perindo Sumbar HM Tauhid. (Jeka Kampai/detikcom)
Padang - Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq menyebut HM Tauhid dicopot dari jabatan Ketua DPW Perindo Sumatera Barat karena alasan kinerja. Tauhid tak terima pernyataan Rofiq.

"Sekjen tahu apa? Dia tak hadir saat pertemuan saya dengan Hary Tanoe (Ketua Umum Perindo) di lantai 28 MNC Tower. Pertemuan itu tanggal 26 (Oktober 2018). Ada Hendri, Bendahara Umum; Yamin Tawari ketua bidang organisasi; dan ajudan HT. Jadi nggak benar saya dipecat tanggal 20 Oktober," kata Tauhid kepada wartawan di Padang, Jumat (5/7/2019).

"Sekjen tak tahu karena (memang) tidak dihadirkan dalam pertemuan itu," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT




Pertemuan itu, kata Tauhid, sengaja digelar untuk mengonfirmasi kabar bahwa dirinya akan diganti. Menurut Tauhid, dalam pertemuan itu disepakati sejumlah hal.

"Saya diberi pilihan, mau melanjutkan jabatan Ketua DPW atau mau konsentrasi sebagai caleg DPR RI. Dijanjikan, kalau mau jadi DPR RI, maka akan dibantu dengan berbagai pembiayaan," terang Tauhid.

Tauhid menyebut Hary Tanoe berjanji akan membantu pembiayaan kampanye. Namun janji tersebut tak ditepati.

"HT sendiri yang menjanjikan akan membantu Rp 1 sampai 1,5 miliar demi pemenangan partai dan caleg. Tapi itu tak pernah terealisir. Itu yang memunculkan kekecewaan," ungkap Tauhid.

"Saya kirimi pesan sampai saat ini tidak pernah dibalas. Sebagai pimpinan harusnya omongannya itu bisa dipercaya," sesalnya.




Tauhid kemudian menegaskan soal pengunduran diri yang ia sampaikan kemarin. Dia menyebut mengundurkan diri sebagai kader Perindo, bukan sebagai pengurus.

"Nah, kemarin itu saya mengundurkan diri secara total. Saya mengundurkan diri bukan lagi sebagai pengurus, tapi sebagai kader dan anggota Perindo. Karena keanggotaan saya belum dicabut sampai adanya surat pengunduran kemarin," katanya.

"Saya mundur sebagai kader dan anggota, bukan sebagai pengurus. Kawan-kawan lain juga begitu," jelas dia.

Perindo sebelumnya bicara terkait pernyataan mundur dari Tauhid. Menurut Perindo, Tauhid sudah diganti sejak Oktober 2018 dan bukan mengundurkan diri.

"Pengunduran diri Saudara Tauhid mengatasnamakan pengurus partai sangat tidak tepat. Mengingat Saudara Tauhid bukan lagi sebagai pengurus partai, karena sudah diganti sejak 20 Oktober 2018," kata Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, Jumat (5/7).


(zak/zak)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads