detikNews
Jumat 05 Juli 2019, 15:51 WIB

Malu, Ibu Pelaku Inses di Bulukumba: Keluarga Sudah Buang Mereka

Zulkipli Natsir - detikNews
Malu, Ibu Pelaku Inses di Bulukumba: Keluarga Sudah Buang Mereka Orang tua pelaku inses di Bulukumba (Zulkipli Natsir/detikcom)
Bulukumba - Orang tua kakak-adik yang menikah sedarah di Bulukumba, Sulawesi Selatan, mengaku telah membuang kedua anaknya yang jadi pelaku inses Ansar dan Fitriani. Alasannya, perbuatan kedua orang tersebut memalukan.

"Saya sangat malu dan sakit. Di mana pun keluarga sudah buang mereka. Perbuatannya memalukan. Mereka sendiri yang sebenarnya yang buang orang tuanya," terang ibu kedua pelaku inses, Joharia, Jumat (5/7/2019).

Kedua orang tua Ansar dan Fitriani juga membuat surat yang di dalamnya berisi pernyataan tak akan menerima lagi keduanya. Mereka menolak kedua anaknya kembali sampai kapan pun karena perbuatan Ansar dan Fitriani sangat tercela.



Surat itu ditandatangani oleh orang tua keduanya. Terlihat ada meterai Rp 6.000, tanda tangan para saksi, dan tanda tangan serta stempel kepala desa setempat.

Selain itu, warga sekitar tempat tinggal orang tua Ansar-Fitriani sempat marah mendengar kabar itu. Warga disebut hendak mendatangi rumah kedua orang tua Ansar-Fitriani.

"Waktu warga tahu, banyak warga yang marah dan hendak menyerang rumah kedua orang tua Ansar, tapi kami selanjutnya lakukan diskusi kekeluargaan, lalu orang tuanya pun membuat surat pernyataan secara tertulis," ujar Kepala Dusun Fikrawal.



Polisi masih mengejar Ansar, pelaku perkawinan sedarah dengan adik kandungnya, Fitriani, terkait laporan tuduhan perzinaan. Selain itu, polisi menyelidiki dugaan dokumen palsu di pernikahan itu.

"Pasal yang disangkakan adalah perzinaan dengan ancaman hukuman 9 bulan, namun tidak tertutup kemungkinan pada saat terlapor menggunakan dokumen palsu hingga terbitlah buku nikah yang baru, maka bisa kita kembangkan ke arah selanjutnya," kata Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan di Mapolres Bulukumba, Sulawesi Selatan, Jumat (5/7).

Simak Video "Kata Polisi Soal Jerat Pidana untuk Ansar Si Pelaku Inses"
[Gambas:Video 20detik]

(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com