Gabung ke Jokowi Jadi Satu Opsi, PAN: Dengan Catatan Kalau Diajak

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 04 Jul 2019 10:27 WIB
Sekjen PAN Eddy Soeparno (Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta - Suara pengurus wilayah PAN belum bulat soal langkah politik akan bergabung ke koalisi pemerintahan Joko Widodo atau jadi oposisi. Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan langkah partai akan diputuskan dalam rakernas nanti.

"Pertama saya koreksi dulu, Pak Zulhas (Ketum PAN Zulkifli Hasan) tak pernah mengajak kita untuk melakukan suatu tindakan tanpa ada proses dan keputusan melalui forum yang dinamakan rakernas. Jadi tidak ada ajakan dari Pak Zulhas untuk menyeberang ke 01 atau oposisi. Belum. Tidak ada," kata Eddy kepada wartawan, Kamis (4/7/2019).

Eddy menilai perbedaan sikap sebagai sebuah dinamika. Dia mengatakan dinamika sebagai hal yang wajar dan lumrah. Terlebih langkah politik ini berdampak pada partai.


"Bahkan, ketika kita mau mendukung Pak Prabowo-Sandi, dinamika itu juga ada. Jadi saya kira dinamika dalam menyikapi suatu tindakan yang strategis ke depan, khususnya yang berdampak bagi PAN secara keseluruhan tentu membawa dinamika karena pandangan orang berbeda-beda," kata dia.

Eddy mengatakan dalam rakernas nanti tidak hanya membahas soal arah politik PAN. Agenda politik terdekat juga akan dibahas.

"Ada beberapa hal akan dibahas. Satu evaluasi pileg. Kedua tentu yang akan dibahas agenda politik ke depan, yang terdekat kan Pilkada 2020. Kemudian komposisi dan struktur kita di parlemen, itu juga akan dibahas. Tetapi memang yang pokok pembahasan terpenting ialah mengenai sikap dan arah politik PAN sampai 2024. Itu juga dibahas," ujar dia.


Selain mendengar aspirasi dari bawah, Eddy mengatakan saat ini DPP PAN tengah memberi pandangan politik berdasarkan kondisi aktual yang sedang terjadi. Dia mengatakan tidak semua kondisi politik terberitakan di media.

"Tidak semua kondisi politik yang terberitakan di media, itu yang kita informasikan. Ada pembicaraan-pembicaraan yang misalnya di balik pintu di antara pihak tertentu saja, empat mata, enam mata. Itu yang kita informasikan ke kader-kader, ke pengurus agar mereka memahami kondisi politik seutuhnya," ujar Eddy.

Eddy mengatakan segala kemungkinan masih dapat terjadi. Dan hal itu diputuskan di dalam rakernas nanti.


"Memang sekarang kan opsinya bisa dikatakan tidak banyak. Satu, bergabung ke pemerintah dengan catatan kalau diajak dari sana. Kedua opsinya jadi oposisi, apakah itu sendiri ataukah membangun koalisi oposisi. Ketiga, juga tidak jadi oposisi. Tapi jadi pihak yang kritis konstruktif," tuturnya.

Rakernas PAN sendiri rencananya digelar pada akhir Juli atau awal Agustus nanti. Wacana soal bergabungnya PAN ke dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin mencuat dari hasil pertemuan puluhan pengurus wilayah PAN bersama Ketua Umum Zulkifli Hasan.

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan pertemuan itu terjadi dua kali yang juga melibatkan pimpinan DPP PAN. Diskusi itu menghasilkan empat hal: mayoritas sepakat PAN harus berbenah diri, PAN perlu berkonsolidasi, mendampingi masyarakat, dan keempat bersama pemerintahan Jokowi.

Namun sikap DPP PAN ini tak diterima beberapa pengurus wilayah. DPW PAN DIY menganggap sikap ini memalukan karena seolah meminta kekuasaan.


Bertahan di Koalisi atau Oposisi? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Legislator PAN Ali Taher Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(jbr/dnu)