Target KPK Rampungkan Kasus RJ Lino Bulan Ini

Eva Safitri - detikNews
Senin, 01 Jul 2019 15:26 WIB
RJ Lino (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan adanya perkembangan penting dalam penyidikan perkara korupsi yang menjerat RJ Lino. Dalam sebulan ini, Agus mengatakan perkara itu akan dilimpahkan ke pengadilan.

"Hari ini ada kemajuan yang sangat signifikan. Masalah utama dari Pak Lino adalah penghitungan kerugian keuangan negara. Nah hari ini sudah ada kesepakatan dari ahli dan teman-teman BPK. Nah kami harapkan dalam sebulan terakhir ini akan selesai masalahnya. Kalau sudah selesai kan langsung bisa dilimpahkan ke (Pengadilan) Tipikor," kata Agus dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Lino dijerat KPK sebagai tersangka pada tahun 2015. Dia diduga menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain atau korporasi dalam pengadaan 3 unit Quay Container Crane (QCC) pada tahun 2010. Pada saat itu Lino menjabat sebagai Direktur Utama PT Pelindo II.

Pabrik QCC itu berada di China. Untuk itu KPK sempat melakukan penyelidikan hingga ke China berbekal MLA atau Mutual Legal Assistance tetapi rupanya tidak berjalan lancar.




"Pada waktu kami ingin menghitung (dugaan kerugian keuangan negara) itu di China, pada waktu itu MLA yang sudah kita keluarkan tidak pernah disetujui pemerintah China. Hingga kami menempuh cara lain yaitu mempergunakan ahli dan tim dari BPK untuk menghitung (kerugian) keuangan negaranya itu. Itu khusus Pak Lino," kata Agus.

"Tapi kami berusaha sebelum kami selesai (masa tugas), beberapa kasus yang menjadi perhatian masyarakat dan beberapa kasus yang cukup besar itu bisa kami selesaikan," imbuh Agus.

Dalam pusaran kasus ini Lino diduga menyalahgunakan kewenangannya dengan memerintahkan penunjukan langsung kepada perusahaan asal China untuk pengadaan 3 QCC tersebut. Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Lino belum ditahan KPK sampai saat ini.

Simak Video "KPK Tunggu Hasil Audit BPK Terkait Kasus RJ Lino"
[Gambas:Video 20detik]
(eva/dhn)