detikNews
Sabtu 29 Juni 2019, 17:24 WIB

Pencarian Heli TNI yang Hilang Kontak di Papua Terkendala Cuaca-Medan Terjal

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Pencarian Heli TNI yang Hilang Kontak di Papua Terkendala Cuaca-Medan Terjal Jalur penerbangan Oksibil-Jayapura yang diduga sebagai lokasi hilang kontak heli milik TNI AD. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Proses pencarian helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak dalam penerbangan Oksibil-Jayapura, Papua, terkendala cuaca dan medan pegunungan yang terjal. Tim gabungan memaksimalkan informasi dari masyarakat dan satelit intelijen.

"Wilayah Pegunungan Bintang sebagian besar merupakan blank spot area tanpa sinyal ponsel. Hal tersebut tentunya menghambat komunikasi dan informasi dari masyarakat. Namun upaya pencarian tetap terus dilaksanakan dengan mengelola berbagai informasi dan keterangan, baik dari masyarakat maupun dari data intelijen satelit," kata Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel (Inf) Muhammad Aidi kepada wartawan, Sabtu (29/6/2019).



Upaya pencarian dilakukan oleh tim TNI dibantu berbagai unsur, yaitu Polres Pegunungan Bintang, Basarnas Papua, relawan masyarakat, dan beberapa perusahaan penerbangan sipil. Pencarian dilakukan lewat jalur udara dan jalur darat.

"Untuk jalur udara, TNI telah mengerahkan dua unit heli Bell 412 milik Penerbad TNI AD dan pesawat CN-235 milik TNI AU, sedangkan jalur darat telah dikerahkan satu SSK personel SAR gabungan, yang terdiri atas unsur TNI, Polres Pegunungan Bintang, Basarnas Provinsi Papua, dan sukarelawan masyarakat. Selain itu, dikerahkan unsur satuan kewilayahan guna mencari informasi melalui masyarakat," ujar Aidi.



Tim gabungan, menurut Aidi, menemui sejumlah kendala, baik di jalur darat maupun jalur udara. Pencarian di jalur udara terkendala faktor cuaca wilayah Oksibil yang tertutup kabut tebal.

"Visibility yang sangat rendah, hanya berkisar antara 10-50 meter, tentunya sangat membahayakan penerbangan. Hal ini menyebabkan pencarian lewat jalur udara untuk hari ini tidak dapat dilaksanakan secara maksimal," imbuh dia.



Sementara itu, pencarian di jalur darat terkendala medan geografis yang sangat berat, kontur pegunungan, dan jalan yang terjal. Infrastruktur juga, menurut Aidi, sangat terbatas.

"Sebagian besar antara satu daerah dengan daerah yang lain tidak terhubung dengan ruas jalan kendaraan darat, sehingga hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki melalui jalan setapak atau menerobos hutan belantara," ujarnya.

Aidi mengimbau seluruh warga yang berada di sekitar Pegunungan Bintang untuk melapor bila mendapatkan informasi keberadaan helikopter TNI AD. Dia mengatakan setiap keterangan akan dihimpun dan dianalisis oleh tim.

"Namun kami menghimbau juga agar warga menghindari membuat informasi-informasi menyesatkan di media sosial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," imbuhnya.

Simak Video "Jambret yang Loncat ke Kali Angke Ditemukan Tewas"
[Gambas:Video 20detik]

(knv/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com