Elpiji Masih Langka di Yogyakarta
Rabu, 12 Okt 2005 21:59 WIB
Yogyakarta - Hingga hari ini, Rabu (12/10/2005) gas elpiji masih langka di wilayah Yogyakarta. Harga elpiji di toko atau kios-kios kelontong saat ini naik hingga Rp 75 ribu/tabung isi 12 kilogram. Tingginya harga elpiji ini karena permintaan akan terus naik, namun pasokan dari Pertamina ke agen-agen justru mengalami penurunan.Pengelola PT Sido Rahayu Budi Sutrisno kepada detikcom mengatakan, PT Sido Rahayu yang menjadi salah satu penyalur elpiji di Yogyakarta, dalam beberapa hari terakhir ini juga mengalami pemotongan droping elpiji. Sebelumnya, per hari masing-masing agen mendapatkan jatah sekitar 1.200 sampai 1.500 tabung untuk isi 50 Kg dan 12 Kg. Namun saat ini hanya dipasok separuh sekitar 750 tabung kecil isi 12 Kg dan 55 tabung isi 50 Kg.PT Bhakti Bunga Andalas (BBA) sebagai pemasok sejak hari Sabtu kemarin tidak memasok sesuai kontrak kepada agen. Sementara permintaan setiap hari justru semakin bertambah. Ketidaklancaran pasokan gas itu tidak hanya dialami oleh PT Sido Rahayu saja tapi juga agen-agen lainnya. Bahkan pada hari Senin (10/10/2005) lalu, hanya menerima menerima pasokan 500 tabung kecil isi 12 kg, sedangkan tabun besar jumlahnya tetap."Agen sampai saat belum tahu kenapa jatahnya dikurangi, kenapa distribusi tidak lancar. Sementara itu permintaan dari konsumen bertambah. Banyak pelanggan yang datan ke kantor menanyakan ini," ujar Budi Sutrisno di kantornya, Jalan Bhayangkara Yogyakarta.Oleh karena pasokan kurang katanya, pihak agen kemudian juga mengurangi jatah yang harus disalurkan kepada pemilik toko atau kios yang akan menjualnya lagi. Bahkan untuk distribusi kelilng menggunakan mobil juga dikurangi. Selain itu, pihak agen juga lebih mengutamakan permintaan dari industri yang menjadi pelanggan tetap saat ini. Sedangkan jatah untuk pengecer yang akan dijual lagi terpaksa dikurangi. "Kalau dulu kami bisa mengirim berapapun banyaknya gas kepada pengecer sesuai permintaan, tapi saat ini kami tidak bisa setiap saat tersedia. Karena pasokan berkurang, otomatis pasokan ke pedagang juga berkurang. Sementara permintaan tinggi akibat mahal serta diakibatkan langkanya minyak tanah," jelas dia.Sejumlah pedagang mengaku sudah seminggu terakhir pihaknya sangat sulit untuk mendapatkan pasokan elpiji dari agen. Meski sudah memesan jauh-jauh hari, tapi hanya mendapatkan kiriman beberapa tabung saja. Di tingkat pedagang eceran harga elpiji dijual dengan harga antara Rp 65.000 - Rp 75.000/tabung isi 15 kg. "Selasa kemarin kami hanya mendapat lima tabung isi 15 kg. Hari ini juga langsung habis, padahal kami pesan sejak tanggal 7 Oktober lalu," kata Suwarno seorang pedagang di Jalan Taman Siswa Yogyakarta.
(ism/)











































