detikNews
Jumat 28 Juni 2019, 17:55 WIB

Pemkot Semarang Gelar Pesta Diskon Semargres

Akfa Nasrulhak - detikNews
Pemkot Semarang Gelar Pesta Diskon Semargres Foto: Dok. Pemkot Semarang
Jakarta - Pemerintah Kota Semarang menggelar Program Semarang Great Sale (Semargres) yang digelar mulai hari ini hingga 28 Juli 2019. Ajang ini melibatkan ribuan pelaku usaha dan juga menggandeng Kamar Dagang dan Industri, serta Grab Indonesia.

"Semargres pada tahun ini melibatkan sedikitnya 1.289 peserta yang terdiri dari pelaku usaha kelas atas hingga pedagang di pasar-pasar tradisional," kata Ketua Panitia Semargres 2019 Wijaya Dahlan, dalam keterangan tertulis, Jumat (28/6/2019).

Hal itu disampaikannya di sela pembukaan Semagres 2019 dengan penempelan stiker di beberapa lapak pedagang tradisional di Pasar Peterongan Semarang. Pembukaan Semagres 2019 dilakukan oleh Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara, dan Executive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan.

Lebih lanjut Wijaya menjelaskan masyarakat yang pernah mengikuti Semargres 2010 lalu, dan berbelanja di pasar-pasar tradisional yang ikut menjadi peserta Semargres, bisa berkesempatan memenangkan berbagai hadiah yang telah disediakan.


"Kalau beruntung nanti, beli cabai saja bisa dapat mobil," ujarnya.

Menurut Wijaya, Semagres 2019 mendukung program Bank Indonesia yakni Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT). Sehingga dalam kegiatan tahunan tersebut menggandeng sejumlah pihak dan bank untuk turut memaksimalkan transaksi nontunai.

Selama bertransaksi dalam ajang diskon ini, lanjut Wijaya, masyarakat tinggal mengunduh aplikasi Semarang Great Sale di ponsel masing-masing. Setelah itu, ikuti langkah yang ada di dalam aplikasi sehingga bisa mendapatkan e-kupon setelah bertransaksi.

"Pembayaran apapun dengan cara nontunai maka kupon akan dikalikan 2 dan jika menggunakan OVO akan dikalikan 3. Nanti e-kupon ini akan terakumulasi selama Semargres sehingga semakin banyak kupon yang diperoleh. Semakin besar kesempatan mendapatkan hadiah utama, yakni mobil," katanya.

Di tempat berbeda Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menuturkan jika Semarang Great Sale menjadi salah satu sarana untuk menggenjot transaksi saat peak season.

"Dalam pengembangan sektor pariwisata ada yang namanya low season, shoulder season, dan peak season di mana pergerakan wisatawan ada pada puncaknya. Pertanyaannya sejalan dengan peningkatan transaksi atau tidak?," tutur Hendi, sapaan akrabnya.

"Untuk itu dengan adanya Semarang Great Sale saat di peak season ini, pergerakan wisata yang banyak ini bisa didorong untuk terkonversi menjadi peningkatan transaksi belanja juga," imbuhnya.


Selain itu, lanjut Hendi, Semargres juga bertujuan meningkatkan perekonomian rakyat kecil karena menggandeng pedagang di pasar-pasar tradisional yang merupakan bagian dari warga Kota Semarang.

Ia menyebutkan dalam waktu yang bersamaan dengan penyelenggaraan Semargres 2019 juga akan ada beberapa kegiatan berskala nasional dan internasional di Kota Semarang.

"Ada banyak kegiatan di Semarang yakni pertemuan Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia), Kejuaraan Dunia MXGP, dan Asian School Games sehingga diharapkan para tamu akan ramai-ramai berbelanja di Semargres," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara optimistis Semargres 2019 akan lebih baik dan lebih sukses dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Saya melihat Semagres 2019 semakin baik dan semakin bisa diterima masyarakat berkat kerja keras panitia dan sinergi dengan pemkot. Saya yakin nilai transaksinya cukup tinggi, Rp 250-300 miliar," katanya.

Simak Video "Pemotretan Majalah, Angelina Jolie Ekspos Keindahan Tubuhnya"
[Gambas:Video 20detik]

(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com