Menhub Hatta Rajasa: Angkutan Lebaran Sudah Siap
Rabu, 12 Okt 2005 22:29 WIB
Jakarta - Pemerintah menjamin persiapan angkutan lebaran tahun 2005 ini dinyatakan siap. Seperti biasanya, kendaraan angkutan lebaran selalu mengalami lonjakan setiap tahunnya."So far so good," kata Menteri Perhubungan Hatta Rajasa dalam acara silaturahni alumni ITB di Wisma Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2005) .Tahun ini tercatat ada 17 juta pemudik dan akan ada kenaikan sekitar 6-7 %. Transportasi angkutan udara akan mengalami lonjakan sangat tinggi hingga mencapai 30%, yakni dari 1,3 juta-1,9 juta. "Untuk 17 juta pemudik ini saya kira angkutan darat yang terbanyak AKAP dan kendaraan pribadi, motor akan mengalami peningkatan yang cukup tinggi dan ini mengkahawatirkan saya. Sebab, mereka kurang memperhatikan keselamatan," ungkap menteri usungan Partai Amanat Nasional ini.Dia juga menambahkan, peningkatan penumpang juga akan terjadi pada pengguna kereta api dan kapal laut. Hal ini terjadi karena harga tiket kelas ekonomi tidak dinaikkan.Bagaimana dengan jaminan keamanan? Menurut Hatta, untuk tahun ini digunakan sistem pengawasan terpadu dengan tidak lagi per Polres dan per kabupaten seperti dahulu."Sekarang dengan menggunakan sistem zoning. Artinya, 1 zone melibatkan beberapa kabupaten atau kota. Selain itu, menggunakan sistem monitoring untuk meminimalisasi kemacetan, dengan teknologi informas dan dari CCTV akan dilihat bila ada kemacetan akan langsung diatasi," papar HattaHatta melanjutkan, polisi juga menyiapkan helikopter. Sedangkan untuk mengantisipasi musim hujan, Dephub dan Departemen Pekerjaan Umum sudah menyiapkan alat berat di beberapa daerah rawan banjir dan longsor. Persiapan alat berat ini juga untuk mengantisipasi daerah rawan longor yang berpotensi macet, yakni di Nagrek, Jawa Barta. "Namun, hal ini sudah kita antisipasi," tutur Hatta menenangkan.Selain itu, untuk mengatasi kenakalan para awak kendaraan, Dephub akan memberi peringatan keras hingga mencabut rute trayek angkutan umum."Kita minta para Gubernur memberlakukan peraturan dengan ketat. Kita akan menerapkan hukuman berat, terutama bila mereka menurunkan penumpang di jalan dan melanggar peraturan yang membahayakan jiwa orang lain. Tentunya, juga bagi mereka yang melanggar tarif berulang-ulang," ucap Hatta.
(ism/)











































