detikNews
2019/06/25 21:35:34 WIB

Round-Up

Antara Keyakinan JK dan Jejak Hitam Koruptor di Penjara

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Antara Keyakinan JK dan Jejak Hitam Koruptor di Penjara Aksi teatrikal di depan KPK menyoroti dugaan 'jual-beli' sel di Lapas Sukamiskin oleh koruptor. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ulah koruptor dari balik jeruji kerap menjadi sensasi. Teranyar adalah Setya Novanto, yang ketahuan pelesiran hingga membuatnya dipindah ke rumah tahanan (rutan) khusus narapidana perkara terorisme di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.




Mulanya, selepas pelesiran Novanto itu, KPK ikut angkat bicara. KPK mengusulkan koruptor dipindahkan saja ke Pulau Nusakambangan.

"Di bulan Juni 2019 ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan, di antaranya, pertama, usulan nama narapidana korupsi yang akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah pada Senin, 17 Juni 2019.

Antara Keyakinan JK dan Jejak Hitam Koruptor di PenjaraWapres Jusuf Kalla (Noval/detikcom)

Namun rupanya kelakuan 'bandel' Novanto itu, disebut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), belum tentu sama dengan koruptor-koruptor lain. "Ada satu-dua yang tidak disiplin, tapi sebagian besar disiplin," kata JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019).

Meski sebelumnya berpendapat tidak semua koruptor seperti Novanto, JK tetap diplomatis. Baginya, siapa pun yang tidak disiplin, akan ada sanksi yang menanti.




"Yang tidak disiplinlah yang tentu ada sanksinya. Tapi, kalau yang disiplin..., kan tidak semua seperti Novanto. Lebih banyak yang disiplin daripada yang tidak disiplin. Jangan disamaratakan," imbuh JK.

Benarkah koruptor yang 'bandel' hanya Novanto?

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com