Bagir Manan Rajin Jumpa Pers

Gara-gara Mafia Peradilan

Bagir Manan Rajin Jumpa Pers

- detikNews
Rabu, 12 Okt 2005 14:33 WIB
Jakarta - Setelah kasus mafia peradilan di Mahkamah Agung (MA) mencuat, ada yang berubah pada Ketua MA Bagir Manan. Ketua MA yang biasanya sulit dimintai keterangan wartawan tiba-tiba rajin menggelar jumpa pers. Setidaknya sejak kasus memiriskan itu terkuak, Bagir telah menggelar 3 kali jumpa pers.Terakhir jumpa pers kembali digelar di Kantor MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (12/10/2005). Dalam jumpa pers itu, Bagir menyatakan tidak akan mengundurkan diri dari jabatan Ketua MA terkait kasus mafia dengan tersangka 5 staf MA dan mantan hakim di Pengadilan Tinggi DIY Harini Wijoso.Sebelum jumpa pers hari ini, tercatat sedikitnya dua kali Bagir menggelar jumpa pers yakni pada Selasa, 4 Oktober dan Jumat, 7 Oktober 2005. Dalam jumpa pers 4 Oktober, Bagir menyatakan memberhentikan lima staf MA yang terlibat suap dalam kasus Probosutedjo. Bagir juga mengaku tidak terkait dengan tindakan lima staf MA itu. Sementara dalam jumpa pers 7 Oktober, Bagir mengakui pernah bertemu Harini, yang disebut-sebut sebagai pengacara Probo. Pertemuan terjadi 5-6 bulan lalu atas inisiatif Harini. Meski mengaku pernah bertemu Harini, Bagir membantah menerima suap. Bagir juga menyatakan siap diperiksa KPK. Sikap Bagir yang mendadak jadi kooperatif itu membuat sejumlah wartawan yang biasa ngepos di MA keheranan. Maklum biasanya wartawan kesulitan untuk menemui Bagir. Meski ada kasus besar yang perlu dimintakan tanggapan, Bagir hanya mau dicegat wartawan pada hari Jumat, usai salat Jumat. "Hari Jumat saja. Itu kan biasa doorstop," kata staf Humas MA selalu ketika diminta tolong untuk mendapatkan wawancara dengan Bagir. Selain sulit ditemui, Bagir juga biasanya pelit berbicara. Profesor itu biasanya berbicara hanya sepatah-sepatah saja. Ia juga sering menjawab dengan nada tinggi jika ditanyai kasus yang sedikit gawat. Namun sepertinya semua itu kini tinggal masa lalu. Dalam jumpa pers hari ini, Bagir memberi keterangan panjang lebar. Ketua MA yang saat itu mengenakan kemeja warna krem dipadu dasi coklat itu juga berusaha akrab dengan wartawan. Sebelum menutup jumpa pers, Bagir berpesan agar wartawan menulis yang baik-baik. "Kalian menulislah yang baik-baik ya. Saya dukung kalian dalam UU Pers," kata Bagir. Sayang pesan Bagir itu kurang mendapat perhatian wartawan. Mungkin karena sudah mendapat keterangan panjang lebar atau tak terbiasa dengan sikap akrab Bagir, wartawan segera bergegas keluar dari ruang kerja Bagir saat profesor itu menyampaikan pesan tersebut. (iy/)


Berita Terkait