PPDB Online, Ortu Berharap Pendaftar Tak Harus Datang ke Sekolah

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 24 Jun 2019 11:41 WIB
Pendaftaran PPDB DKI 2019 (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jalur Zonasi untuk SMP dan SMA menuai pro dan kontra. Ada orang tua yang berharap pendaftaran bisa dilakukan dari rumah karena sistem PPDB online.

Salah satu orang tua murid, Yulian Indrawati, mendaftarkan anaknya ke SMPN 115 Jakarta. Dia menyebut penerapan zonasi dirasa belum efektif. Yulian mengatakan sistem zonasi harus diikuti dengan infrastruktur setiap sekolah yang merata.

"Belum (efektif) sih, karena nggak diikuti dengan infrastruktur yang sama antara satu sekolah dengan sekolah yang lain. Jadi mestinya pemerintah itu menyiapkan infrastruktur merata dulu dari semua sekolah, baru sistem zonasi diterapkan," ujar Yulian di SMPN 115 Jakarta, Jl KH Abdullah Syafei, Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/6/2019).


PPDB Online, Ortu Berharap Pendaftaran Tak Harus Datang ke SekolahFoto: Orang tua pendaftar PPDB jalur zonasi di SMPN 115 Jakarta (Farih/detikcom)


Yulian menilai penerapan sistem zonasi kali ini terbilang masih setengah-setengah. Yulian menyayangkan pendaftaran yang sudah terintegrasi secara online pun masih tetap harus mengantre datang ke sekolah.

"Kemudian untuk pengambilan token atau username kayak gini mestinya udah bisa dilakukan dari rumah, misalnya kita bisa memasukan password kita, nomor KK kita dari rumah. Jadi ya sudah antre, kayaknya kurang efektif," kata Yulian.



Hal senada diungkap oleh orangtua murid bernama Kurniawan Ekarullah. Dia menilai dengan sistem zonasi, jumlah murid yang mendaftar di sekolah akan terjadi ketimpangan. Kurniawan menilai sekolah favorit akan menjadi buruan orangtua siswa untuk bisa mendaftar tapi nasib berbeda dialammi sekolah yang tidak favorit.

"Belum ideal soalnya kan tergantung dilihat dari kapasitas, jumlah yang masuk ke sekolah akan ada yang lebih sedikit, dan tidak merata," kata Kurniawan.


Imbas Sistem Zonasi, SMP di Tulungagung Cuma Dapat 5 Siswa:

[Gambas:Video 20detik]

(imk/imk)