ADVERTISEMENT

Round-Up

Kisah Tragis Dililit Ular Peliharaan: Jana hingga Rizky

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Senin, 24 Jun 2019 06:16 WIB
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Sebagian orang memilih ular menjadi hewan peliharaan dibandingkan hewan lainnya. Pilihan memilih ular membawa resiko yang tidak bisa disepelekan yaitu kematian.

Sudah banyak cerita yang membuktikan resiko besar memelihara ular. Ular yang dipelihara selama bertahun-tahun bisa bersifat agresif kepada tuannya.

Berikut sebagian kisah tragis yang dirangkung oleh detikcom, mulai dari Jana hingga Rizky:

1. Jana Dililit hingga Tewas saat Memandikan Ular Sanca

Jana (42), warga Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tewas diduga dililit ular peliharaannya. Jana diduga tewas saat memandikan ular peliharaannya.

Jana ditemukan tewas oleh anaknya dalam posisi tengkurap, Jumat (21/6). Isti Jana, Elah, mengatakan ular sanca yang membelit Jana sudah dipelihara sejak kecil.


"Dililit (meninggalnya). Lagi dimandiin (ularnya), ketahuan sama anak sudah tengkurap (posisi Jana) di air (jamban)," kata Elah (38), istri Jana, kepada detikcom, Minggu (23/6).


Selain ular sanca, Jana juga diketahui pernah suka memelihara ular cobra. Tak jarang, Jana memamerkan foro bersama hewan peliharaannya di media sosial.

"Suka jual-beli ular juga, burung juga suka. Bukan hanya ular sanca, suami saya bisa jinakan ular kobra juga," kata Elah.

2. Pelukis Jalanan Meninggal saat Bermain dengan Ular Sanca 4 Meter

Dwi Setiawan yang diketahui sebagai seorang pelukis jalanan yang tewas dililit ular sanca peliharaannya sepanjang 4 meter. Dwi mengalami nasib naas saat sedang bermain-main dengan ular sanca yang baru dibeli dua bulan sebelumnya.

Dalam kesehariannya, pria yang berprofesi sebagai pelukis itu diketahui memiliki banyak hewan peliharaan termasuk ular yang melilitnya. Sebelum tewas, lanjut Suyatno, Dwi terlihat sedang asyik bermain dengan ular sanca peliharannya di Taman Sumenep Bekas Pom Bensin Jalan Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 2 Februari 2018.

"Saksi lihat korban lagi main sama ular peliharaannya. Korban melilitkan ular peliharaannya di leher sambil bermain-main, saksi memperingatkan korban agar tidak melilitkan ular ke lehernya," kata Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Suyatno saat dihubungi, Sabtu (3/2/2018).

Saat kejadian itu salah seorang teman Dwi, Ipung mengira Dwi tengah bercanda dengan ularnya. Hal ini karena kebiasaan Dwi yang sering bermain dengan ular miliknya.

"Dwi itu orangnya suka atraksi dalam bentuk hewan. Piara hewan misal dalam kesuntukan (setelah melukis), dia mainkan ya, ular aja," ucap Ipung di Taman Sumenep.


3. ABG Syahril Dipatuk saat Foto dengan Ular Kobra

Syahril Sultan Nashir (14) warga Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat tewas dipatuk ular king kobra saat mengambil foto ular peliharanya menggunakan telepon genggam. Syahril diketahui sedang bermain seorang diri di rumahnya.

Syahril saat itu baru saja memandikan ular peliharaannya itu. Usai dimandikan, Syahril ingin mengambil foto dengan ular tersebut tapi tidak berhati-hati.

Syahril tewas usai mendapatkan penanganan dokter, Senin, 11 Desember 2017. Penanganan dokter tidak bisa menyelmatakan nyawa Syahril.

"Anak saya tewas setelah dipatuk ular peliharaannya," kata Ibunda Syahril, Neuis Marpuah, Jumat (15/12/2017).

Neuis mengatakan Syahril memang rutin memandikan ular king kobra peliharaannya itu. Diduga karena sambil memegang telepon genggam, ia tidak fokus. Ular tersebut mematuk tangan sebelah kiri Syahril.

"Syahril diantarkan teman-temannya ke rumah sakit sekitar jam 11 siang, setelah dapat kabar itu saya langsung menyusul ke rumah sakit. Anak saya meninggal jam 10 malam setelah mendapatkan penanganan dari dokter," ujarnya.

4. Dipatuk Ular Kobra, Rizky Sempat Diyakini Mati Suri

Rizky dipatuk ular king cobra peliharaannya di car free day (CFD) Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu, 8 Juli 2018. Meski sempat dilarikan ke RSUD Doris Sylvanus, Rizky dinyatakan meninggal oleh dokter sehari kemudian.

Namun proses pemakaman Rizky cukup panjang karena keluarga meyakini Rizky belum meninggal. Keluarga meyakini Rizky mati suri. Ritual pun sempat dilakukan sejumlah 'orang pintar' dan pawang ular, salah satunya dengan menempatkan Rizky dan king cobra tersebut di dalam satu kelambu di halaman rumah.

Salah seorang saksi, Agatisansyah mengatakan guru spiritual sempat datang ke rumah duka di Jalan Danau Rangas, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekanraya, Palangka Raya, pada Rabu, 11 Juli 2017 malam. Guru spiritual memanjatkan doa-doa untuk memastikan kematian Rizky.



Tonton video Kesaksian Warga Bandung Korban Dililit Ular Sanca:

[Gambas:Video 20detik]



"Jadi malamnya datanglah guru spiritual Pak Gubernur Kalteng, Aad Khan, atas saran Pak Gubernur juga sih datang ke rumah duka. Jadi dia bacakan doa, setelah itu beliau bilang 'kita tunggu sampai pagilah. Kalau memang sudah kaku berarti meninggal'. Ternyata pagi itu tubuh Rizky kaku hingga akhirnya dimakamkan tadi," jelas Agatis, Kamis (12/7/2018).



Tonton video Kesaksian Warga Bandung Korban Dililit Ular Sanca:

[Gambas:Video 20detik]

(fdu/fdu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT