ADVERTISEMENT

7 Korban Kebakaran 'Pabrik' Korek Api Teridentifikasi, Ini Nama-namanya

Budi Warsito - detikNews
Sabtu, 22 Jun 2019 22:46 WIB
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja melakukan serah terima jenazah kepada keluarga korban di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (22/62/2019). (Foto: Budi/detikcom)
Jakarta - Tim DVI Polda Sumatera Utara (Sumut) telah mengidentifikasi tujuh jenazah korban kebakaran pabrik korek api gas rumahan di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Langkat, Sumatera Utara. Ketujuh jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengungkapkan, ketujuh jenazah yang teridentifikasi itu terdiri dari lima anak-anak dan dua orang dewasa.

"Setelah tim DVI melakukan identifikasi melalui metode primer dan sekunder, dari kantong jenazah nomo 4 identik dengan korban atas nama Syifa Oktafiana (9) warga Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Sambirejo, Langkat. Teridentifikasi melalui gigi geligi anting dan cincin," terang Kombes Tatan Dirsan Atmaja didampingi Kabid Dokkes Polda Sumut Kombes Sahat Harianja, di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (2/6/2019) malam.



Syifa merupakan anak dari korban Yuli Fitriani. Kemudian, jenazah ke-10 identik dengan korban Bisma Sahputra (3) laki-laki, alamat Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Sambirejo, Kabupaten Langkat. Teridentifikasi melalui gigi primer. Bisma merupakan anak dari korban Desi Setiani.

"Kantong jenazah 16 identik dengan korban atas nama Sahmayanti, (22) warga Dusun Perdamaian, Kelurahan Binjai, Kabupaten Langkat," katanya.

Korban Sahmayanti berhasil teridentifikasi melalui sidik jari. Selanjutnya kantong jenazah nomor 17, identik dengan korban atas nama Rina (15) warga Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat.



Untuk kantong jenazah nomor 18, identik dengan korban atas nama Zuan Ramadan (6). Korban juga merupakan anak dari korban Desi Setia Sembiring warga Jalan T Amir Hamzah. Zuan teridentifikasi melalui gigi geligi.

Berikutnya, kantong jenazah nomor 19 identik dengan korban atas nama Runisa Shakila (2) warga Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat. Runisa teridentifikasi melalui gigi dan anting yang dipakai.

"Terakhir untuk kantong jenazah 20, identik dengan korban atas nama Vinkza Parisha (11) warga T Amir Hamzah, teridentifikasi melalui gigi geligi. Jadi total lima dewasa dan dua orang anak-anak," ujar Tatan.



Runisa dan Vinkza merupakan anak dari korban Yunita Sari. Setelah diserahkan, tujuh jenazah korban yang teridentifikasi langsung dibawa ke rumah duka.

Masing-masing korban mendapatkan santunan dari Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto sebagai tanda turut berbelasungkawa atas peristiwa tersebut.

Lebih lanjut, Tatan berharap keluarga korban lainnya bisa sabar untuk menanti. "Intinya kami tidak menghambat. Kami harus periksa DNA agar tidak salah," tandasnya.

Operasional PT Kiat Unggul dihentikan untuk sementara waktu. Operasional PT Kiat Unggul tersebut ditutup menyusul musibah kebakaran yang menewaskan 30 orang di 'pabrik' korek api.

"Dihentikan dulu sampai penyidikan dan proses hukum selesai. Ada tiga cabang ditutup semua," kata Dirsan.

Seperti diketahui, korban tewas terdiri atas ibu rumah tangga dan anak-anak. Kebakaran pabrik rumahan di Dusun 4, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Langkat, itu dikabarkan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api dua jam kemudian, sekitar pukul 13.30 WIB. (knv/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT