detikNews
Jumat 21 Juni 2019, 17:44 WIB

Ngaku Nonton Sidang MK di Rutan, Ratna Sarumpaet: Ini Soal Rakyat

Yulida Medistiara - detikNews
Ngaku Nonton Sidang MK di Rutan, Ratna Sarumpaet: Ini Soal Rakyat Ratna Sarumpaet (Foto: Lamhot Aritonang-detikcom)
Jakarta - Ratna Sarumpaet mengaku dirinya tetap mengikuti sidang gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) dari dalam rutan. Menurutnya, persidangan di MK itu bukan sekadar persoalan Jokowi atau Prabowo, tapi soal rakyat.

"Saya pikir sih ini bukan soal Prabowo atau Jokowi, ini sudah soal rakyat. Jadi apalagi itu kan publish ya jadi semua orang lihat. Nah, sekarang MK harus garansi kalau mereka itu benar-benar bisa menunjukkan kebenaran yang ini kan masalah bangsa ini, jadi bangsa, rakyat, ini masalah konstitusi," kata Ratna, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2019).



Ratna lalu menyoroti Situng KPU, dia meminta hakim memerintahkan dilakukan analisa digital forensik terhadap Situng KPU. Sebab, kata Ratna, tidak cukup bila KPU hanya mengajukan ahli yang mengarsiteki Situng.

"Kan pihak pemohon kan mengajukan sedangkan pihak termohon tidak mengajukan ini loh model yang kita dapat, kan kalau apa-apa itu kan kita harus bandingkan sementara yang mereka tunjukkan cuman desain cuman apa tuh arsitek," ujar Ratna.

"Jadi kalau menurut saya sih harus seorang yang benar-benar tim yang benar-benar menguasai apa sih yang terjadi di dalam jadi nggak fitnah gitu," imbuhnya.

Sementara itu, Ratna mengaku menerima hasil keputusan MK siapapun pemenangnya. Dia mengaku hanya memikirkan kelanjutan kehidupan anak dan cucunya.

"Kalau aku nggak menerima terus aku guling-guling, ya buat aku nih sudah di usia 70 tahun aku tidak lagi di emosi yang seperti itu. Kalau saya sedih kesedihan saya one thing, anak-anak saya cucu saya akan bagaimana ke depan," ungkapnya.

Ia tetap meyakini penyelenggaraan pemilu kemarin diliputi kecurangan. Ratna mengaku tak mau memaksa masyarakat untuk mengikuti pendapatnya.

"Aku nggak perlu detail mengatakan apa yang aku lihat. Sebab aku juga nggak mau paksa orang harus melihat seperti bagaimana aku melihat. Tapi aku tau terjadi kecurangan luar biasa," ujarnya.

Ratna sebelumnya telah dituntut 6 tahun penjara. Jaksa meyakini Ratna menyebarkan kabar hoax penganiayaan.



"Menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa Ratna Sarumpaet terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong," ujar jaksa Daroe Tri Sadono ketika membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel), Jl Ampera Raya, Selasa (28/5).

Jaksa memaparkan Ratna Sarumpaet membuat keonaran dengan menyebarkan kabar hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang disebut penganiayaan.

Rangkaian kebohongan dilakukan Ratna lewat pesan WhatsApp, termasuk menyebarkan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak. Ratna dituntut dengan pidana yang diatur dalam Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.



Simak Juga 'Baca Nota Pembelaan, Ratna Sarumpaet Menangis':

[Gambas:Video 20detik]


(yld/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed