detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 16:49 WIB

Curi Ikan di Perairan RI, 2 Nakhoda Asal Thailand Didenda Rp 200 Juta

Agus Setyadi - detikNews
Curi Ikan di Perairan RI, 2 Nakhoda Asal Thailand Didenda Rp 200 Juta Ilustrasi palu hakim (Foto: Ari Saputra)
Banda Aceh - Dua nakhoda kapal berbendera Malaysia diganjar hukuman denda masing-masing sebesar Rp 200 juta. Keduanya terbukti mencuri ikan di perairan Indonesia.

Sidang vonis dua nakhoda asal Thailand itu digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Kamis (20/6/2019). Kedua terdakwa yakni Winai Bunphicit dan Suriyon Jannok duduk di kursi pesakitan didampingi seorang penerjemah.




Persidangan dipimpin ketua majelis hakim Ainal Mardiah. Dalam persidangan terungkap Winai nakhoda kapal dengan nomor lambung KHF 2598, dan Suriyon nakhoda kapal KHF 1980 terbukti bersalah mengoperasikan kapal penangkapan ikan masuk ke wilayah Indonesia tanpa izin.

"Menghukum Winai Bunphicit dan Suriyon Jannok membayar denda masing-masing Rp 200 juta," ketuk Ainal dalam persidangan.

Kedua terdakwa terbukti melanggar undang-undang tentang perikanan. Selain itu, kapal yang dipakai mereka untuk melaut juga dirampas untuk dimusnahkan oleh negara.



Sedangkan barang bukti ikan sebanyak 350 kilogram, sudah lebih dulu dimusnahkan. Terkait putusan tersebut, kedua terdakwa mengaku pikir-pikir untuk mengajukan banding.

Seperti diketahui, kedua kapal berbendera Malaysia ditangkap di Perairan Selat Malaka, Aceh pada awal Februari lalu. Penangkapan kapal ini dilakukan kapal Hiu yang sedang menggelar patroli di wilayah tersebut.

"Kapal Malaysia ini memasuki Perairan Indonesia tanpa dokumen resmi dan menggunakan alat tangkap yang dilarang yaitu alat tangkap trawl," kata Kepala PSDKP Lampulo, Banda Aceh Basri, Rabu (6/2) lalu.
(agse/zak)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com