detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 16:26 WIB

Kemenhub: 67% Warga Puas One Way Saat Arus Mudik-Balik Lebaran 2019

Matius Alfons - detikNews
Kemenhub: 67% Warga Puas One Way Saat Arus Mudik-Balik Lebaran 2019 Konpers Kemenhub di KSP (Alfons/detikcom)
Jakarta - Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi memaparkan evaluasi mudik Lebaran 2019. Menurut Budi, sejumlah masyarakat merasa mudik 2019 lebih baik.

"Tingkat kepuasan dan partisipasi masyarakat, di situ ada persepsi masyarakat terhadap penerapan one way, dari respons yang ada 67% katakan cukup bagus dilaksanakan, kemudian one way memperlancar perjalanan sekitar 75%, kemudian penerapan jalur one way sesuai dengan rencana," kata Budi saat konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).



Data tersebut, menurut Budi, didapatkan dari tingkat kepuasan dan partisipasi masyarakat dalam mudik 2019. Selain respons positif one way, Budi mengatakan masyarakat merespons soal persiapan prasarana mudik untuk sepeda motor.

"Kemudian penilaian kesiapan pra sarana bagi pengguna sepeda motor, hampir mengatakan bahwa kondisi jalan sudah baik 52%, rambu sudah baik 80%, 87% pengendara juga mengatakan pemerintah sudah baik dalam menyiapkan rambu, marka, dan sebagainya," ungkap Budi.



Budi juga mengungkap respons masyarakat terhadap angkutan Lebaran sudah baik. Menurut Budi, 80 persen masyarakat mengatakan pelayanan angkutan Lebaran lebih baik dari tahun lalu.

"Kemudian pelayanan angkutan lebaran gimana persepsi masyarakat, 56% mengatakan lebih baik dari tahun lalu, kemudian 24% mengatakan sangat baik, hanya dua komponen sangat baik dan lebih baik, lainnya hanya mengatakan sama saja 10% dan lebih buruk 10%," ucapnya.

"Secara umum, masyarakat kita ini terhadap persiapan angkutan Lebaran yang dilakukan secara bersama sama oleh kementerian, lembaga, dan daerah hanya dua istilah, sangat baik dan lebih baik," sambung Budi.



Selain itu, Budi berbicara soal kenaikan jumlah pemudik. Menurutnya, mudik tahun ini mengalami peningkatan signifikan di beberapa sektor.

"Saya bicara sudah menyangkut masalah perbandingan di 2018 dan 2019, rata-rata ada yang melalui jalan, penyeberangan, kereta api, penumpangnya itu mengalami peningkatan kecuali angkutan udara," imbuh Budi.

Jumlah kenaikan signifikan itu, sebut Budi, ada di angkutan jalan sebesar 11,56 persen atau 459.612 lebih banyak dari tahun sebelumnya. Selain itu, peningkatan terjadi angkutan penyeberangan.

"Di angkutan jalan, kenaikannya untuk penumpang sampai 11,56% hampir 12% atau sekitar 459.612 penumpang dibanding tahun 2018 kenaikannya. Di penyeberangan ada kenaikan juga, 2018 itu 4.068.000 (penumpang), di tahun 2019 ada 4.196.000 (penumpang)," ucap Budi.

Namun, sambung Budi, penurunan sebanyak 12 persen justru terjadi pada pengguna sepeda motor. Menurutnya, imbauan Kemenhub dan pihak Kepolisian untuk tidak mudik menggunakan motor bisa dilakukan.

"Sepeda motor akumulasi, yang naik hanya di Balunggandu, artinya Pantura, lainnya turun semuanya baik Merak, Bandung, dan Purwakarta, turun 12% di tahun 2019 kendaraan sepeda motor," ungkapnya.

Budi menjelaskan naik-turun jumlah pemudik ini dipengaruhi bertambahnya kendaraan pada 2019. Selain itu, fasilitas jalan tol hingga pelayanan angkutan umum ikut mempengaruhi meningkatnya jumlah pemudik di jalan.

"Pertumbuhan kendaraan baru tiap tahun cukup banyak data Korlantas Polri mobil sampai sejuta dari tahun lalu, sepeda motor tujuh juta kendaraan baru kata Kakorlantas, ini sangat pengaruh, harus dipikirkan apa strategi yang dilakukan," paparnya.

"Demikian juga semakin baiknya jalan transportasi, tol semua masyarakat akui semakin baik, kemudian semakin baiknya pelayanan angkutan umum kita," sambungnya.
(maa/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed