detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 10:40 WIB

Tenaga Ahli PAN Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Mafia Anggaran

Ibnu Hariyanto - detikNews
Tenaga Ahli PAN Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Mafia Anggaran Ilustrasi KPK (Foto: dok detikcom)
Jakarta - Seorang tenaga ahli pada Fraksi PAN di DPR atas nama Suherlan dipanggil penyidik KPK. Pemanggilan untuk Suherlan itu berkaitan dengan kasus suap mafia anggaran.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka NPS (Natan Pasomba)," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (19/6/2019).

Natan dijerat sebagai tersangka dengan kapasitas sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pegunungan Arfak, Papua Barat. Dalam perkara ini, apartemen milik Suherlan, yang dipanggil sebagai saksi, pernah pula digeledah KPK. Dalam penggeledahan itu, KPK menyita 1 unit mobil Toyota Camry.




Dalam kasus ini, Natan diduga memberikan suap kepada Sukiman, yang merupakan anggota DPR dari Fraksi PAN, untuk memuluskan pengurusan dana perimbangan pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak. Sukiman pun sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

KPK mengatakan Natan diduga menyiapkan uang Rp 4,41 miliar, yang terdiri dari uang tunai sejumlah Rp 3,96 miliar dan valas USD 33.500. Jumlah tersebut, menurut KPK, merupakan commitment fee sebesar 9 persen dari dana perimbangan yang dialokasikan untuk Pegunungan Arfak.

Namun yang diduga diterima Sukiman, menurut KPK, berjumlah Rp 2,65 miliar. Suap itu diduga diterima Sukiman antara Juli 2017 dan April 2018 dengan beberapa pihak sebagai perantara.
(ibh/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com