detikNews
Senin 17 Juni 2019, 16:19 WIB

Kemacetan Jakarta Disebut Turun, Ini 8 Penyebabnya Versi Dishub DKI

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kemacetan Jakarta Disebut Turun, Ini 8 Penyebabnya Versi Dishub DKI Penampakan Bundaran HI dari udara, Jumat (1/2/2019) / Foto: Ari Saputra
Jakarta - TomTom Traffic Index mencatat penurunan kemacetan di Jakarta sebesar 8% di tahun 2018. Menurut Dishub DKI, ada 8 kebijakan yang berujung pada prestasi tersebut. Apa saja?

Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko, menyebut penurunan tersebut adalah hasil kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies telah mengeluarkan kebijakan pembangunan infrastruktur dan regulasi angkutan umum dan kendaraan pribadi.

"Bahwa, hasil survei Tom Tom tersebut adalah berdasarkan perkembangan pembangunan di bidang transportasi oleh Pak Gubernur atau Provinsi DKI," ucap Sigit dalam keterangannya, Senin (17/6/2019).



Delapan kebijakan yang mendasari turunnya angka kemacetan di Jakarta antara lain:

1. Beroperasinya beberapa underpass dan flyover yang dibangun.

2. Penutupan pelintasan sebidang kereta api.

3. Kebijakan ganjil genap yang diperluas area dan diperpanjang waktunya.

4. Re-design jalan Thamrin dan Sudirman sehingga semakin lebar tanpa adanya jalur lambat.

5. Adanya program JakLingko yang merangkul angkutan umum dalam manajemen Dishub DKI sehingga tidak mengetem sembarangan karena sudah mengacu pada sistem Rp/km.

6. Membuka rute-rute baru untuk area layanan TransJakarta.

7. Menugaskan TransJakarta untuk terintegrasi dengan angkutan perkotaan dan mewadahi program JakLingko, dan integrasi dengan MRT+LRT saat beroperasi.

8. Bersama dengan stakeholder terkait, baik BPTJ maupun Dishub di kawasan Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) untuk bersama-sama mengembangkan transportasi dari dan ke daerah pemukiman ke kota serta ke bandara.




Kebijakan Ganjil Genap / Kebijakan Ganjil Genap / Foto: Agung Pambudhy


"Diharapkan pada survei tahun 2019 nanti, akan semakin besar persentase penurunan kemacetan karena MRT sudah beroperasi, disusul dengan LRT, dan integrasi angkutan umum dalam program JakLingko bersama TransJakarta sudah berjalan," kata Sigit.

Trotoar Sudirman / Trotoar Sudirman / Foto: Rengga Sancaya


Sebelumnya diberitakan, berdasarkan data dari situs TomTom, Indonesia menduduki peringkat ketujuh kota termacet di dunia pada tahun 2018. Tingkat kemacetannya sebesar 53% atau turun 7% dari 2017.

Jak Lingko / Jak Lingko / Foto: Pradita Utama


TomTom menjelaskan bahwa persentase tingkat kemacetan menunjukkan tambahan waktu perjalanan bagi pengendara sepanjang tahun. Awalnya, TomTom menetapkan batas waktu perjalanan dalam kondisi tidak macet di setiap ruas jalan. TomTom kemudian menganalisis waktu perjalanan sepanjang tahun dan membandingkannya dengan kondisi tidak macet.

Sebagai contoh, tingkat kemacetan 53% berarti tambahan waktu perjalanan di kota tersebut adalah 53% dari rata-rata waktu perjalanan saat tidak macet. Data ini diperoleh TomTom dari data GPS.
(aik/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com