detikNews
Senin 17 Juni 2019, 10:04 WIB

KPK Panggil Calon Rektor UIN Jadi Saksi Kasus Suap Romahurmuziy

Haris Fadhil - detikNews
KPK Panggil Calon Rektor UIN Jadi Saksi Kasus Suap Romahurmuziy Dok.detikcom/Romahurmuziy/Foto: Ari Saputra
Jakarta - KPK memanggil sejumlah pihak yang pernah maju sebagai calon rektor di beberapa Universitas Islam Negeri (UIN) terkait kasus dugaan suap Romahurmuziy (Rommy). Mereka dipanggil sebagai saksi.

"KPK mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah calon rektor UIN sebagai saksi hari ini. Keterangan mereka dibutuhkan dalam perkara dengan tersangka RMY (Romahurmuziy)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (17/6/2019).





Mereka yang dipanggil yakni:

1. Prof Ali Mudlofir (PNS Kemenag/calon Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya)

2. Prof Masdar Hilmy (PNS Kemenag/Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya)

3. Prof Akh Muzakki (PNS Kemenag/calon Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya)

4. Dr Syarif (PNS Kemenag/Rektor IAIN Pontianak)

5. Dr Wajidi Sayadi (PNS Kemenag/calon Rektor IAIN Pontianak)

6. Dr Hermansyah (PNS Kemenag/calon rektor IAIN Pontianak)

7. Prof Warul Walidin (PNS Kemenag/Rektor UIN Ar Raniry)

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Rommy sebagai tersangka karena diduga menerima suap Rp 300 juta. Suap itu diduga berasal dari Eks Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanudin dan eks Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

KPK menduga Rommy, yang merupakan anggota Komisi XI DPR, menerima suap dari kedua orang itu untuk membantu proses seleksi jabatan yang diikuti keduanya. Saat ini, Haris dan Muafaq sudah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.


Kembali Diperiksa KPK, Rommy Singgung Sidang Gugatan di MK:


(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed