detikNews
2019/06/16 21:30:40 WIB

Round-Up

Internal Saling Serang, Kursi Ketum-Sekjen PD Digoyang

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Internal Saling Serang, Kursi Ketum-Sekjen PD Digoyang Foto: SBY (Andhika/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Sekjen PD Hinca Pandjaitan mendapatkan serangan dari kader partai, Subur Sembiring. Subur yang mengaku menjabat sebagai Ketua DPP PD, mengkritik SBY karena menunjuk Hinca sebagai pelaksana harian partai.

Dirangkum detikcom, Minggu (16/6/2019), Subur menilai tindakan SBY menyalahi AD/ART Partai Demokrat. Dia mengatakan SBY seharusnya menunjuk salah satu wakil ketua umum untuk menjalankan tugas harian partai.

"Yang perlu saya sampaikan kepada seluruh kader PD, secara konstitusional partai, jika seorang ketum berhalangan, seharusnya memberikan mandat kepada salah satu Waketum DPP PD. Ketika mandat diberikan kepada seorang sekjen, maka sesungguhnya hal ini telah menyimpang dari konstitusional partai," kata Subur, Minggu (16/6).


Pada Februari 2019, SBY memberikan mandat kepada Hinca untuk melaksanakan tugas harian DPP PD. Selain memberikan amanat kepada Hinca, SBY mengamanatkan Komandan Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk memimpin pemenangan pemilu PD.

SBY kala itu tidak bisa fokus dalam pemenangan PD di Pemilu 2019 karena harus mendampingi istrinya, Ani Yudhoyono yang tengah menjalani perawatan kanker darah di Singapura. Ani Yudhoyono wafat pada Sabtu (1/6).


Selain menyalahi konstitusi partai, Subur menyebut Hinca tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Ia mengaku Hinca tidak pernah menyampaikan arahan atau menggelar rapat bersama pejabat partai lainnya.

"Sebagai pelaksana harian, Sekjen DPP PD Hinca Pandjaitan saya harus katakan Anda tidak berbuat apa-apa," ucap Subur.


Subur pun mendesak agar segera digelar Kongres Luar Biasa (KLB). Menurut dia, hal ini perlu dilakukan dalam rangka menyelamatkan partai yang saat ini dinilai tengah mengalami guncangan. Selain itu, kata Subur, juga demi menjaga harkat dan martabat SBY.

"Sesungguhnya itu (KLB) dilakukan demi menjaga harkat dan martabat Ketum PD, yaitu Pak SBY," ujarnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com