detikNews
Jumat 14 Juni 2019, 12:53 WIB

BPN: Perubahan Suara Tiap Provinsi Disampaikan di Sidang MK

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
BPN: Perubahan Suara Tiap Provinsi Disampaikan di Sidang MK Saleh Daulay (Tsarina/detikcom)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyatakan perolehan suara paslon akan disampaikan oleh Tim Hukum Prabowo-Sandi, termasuk perolehan suara di tiap provinsi. BPN meminta publik bersabar.

"Sabar aja dulu. Nanti akan disampaikan juga itu. Ada tim khusus terkait angka-angka itu. Mereka yang berkoordinasi dengan tim kuasa hukum," kata juru debat BPN Saleh Partaonan Daulay saat dihubungi, Jumat (14/6/2019).



Menurut Saleh, perubahan jumlah suara itu diyakini tersebar di banyak provinsi dan jumlahnya berbeda antara satu provinsi dan yang lainnya. Perubahan jumlah suara itulah, kata Saleh, yang membuat angka dari tim hukum berbeda dari awal.

"Perubahan jumlah suara itu diyakini tersebar di banyak provinsi. Jumlahnya berbeda-beda antara satu provinsi dengan yang lainnya. Konsekuensinya, angka-angka yang disajikan oleh kuasa hukum juga bisa berubah," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Wakil Direktur IT BPN Vasco Rusemy mengatakan perubahan jumlah perolehan suara itu akan disampaikan dalam sidang sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Nanti disampaikan di sidang MK," ucap Vasco.



Vasco menjelaskan prinsip permohonan tim BPN kepada MK adalah meminta MK bisa melihat permasalahan pemilu bukan hanya soal angka kuantitatif, tapi juga permasalahan kualitatif, seperti indikasi kecurangan.

"Pada prinsipnya, permohonan kami kepada MK adalah untuk meminta MK betul-betul menjadi lembaga Guardian of Constitution, yang bisa betul-betul melihat permasalahan pemilu ini bukan hanya sekadar angka-angka kuantitatif, tapi bisa melihat pokok permasalahan kualitatif indikasi kecurangan tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, Prabowo-Sandiaga kembali mengeluarkan klaim kemenangan baru. BW sebelumnya mengatakan pihaknya memenangi Pilpres 2019 dengan meraih 71.247.792 suara. Angka ini berbeda dengan angka yang tertuang dalam gugatan di MK, di mana mereka mengklaim menang sebanyak 68.650.239 suara.

Berdasarkan hitungan tim IT internal, kata BW, ada penggerusan suara 02 sebesar lebih dari 2.500.000 dan penggelembungan suara 01 sekitar di atas 20.000.000.

"Sehingga perolehan sebenarnya untuk suara pasangan 01 sekitar 62.886.362 (48%) dan suara untuk pasangan 02 sekitar 71.247.792 (52%)," kata BW melalui keterangan tertulis, Jumat (14/6).

Angka persentase yang ditulis di kutipan di atas sesuai dengan press release yang disampaikan Tim Prabowo-Sandi. Namun, jika dihitung, angka persentase yang ditampilkan tak akurat. Dengan klaim angka terbaru tersebut, persentase suara Jokowi-Ma'ruf Amin menjadi 47%, sedangkan Prabowo-Sandi 53%.

Tim Kampanye Nasional (TKN) menyindir soal inkonsistensi Prabowo-Sandi karena klaim kemenangan yang terus berubah. Pasangan nomor urut 02 itu disebut linglung.

"Semakin hari memang tim Prabowo ini makin seperti tim yang linglung. Saking kebingungannya, tidak punya data dan fakta yang konkret, mereka lalu mengarang yang membodohi publik karena berubah-ubah," ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding.



Tonton juga video Hadapi Sidang Perdana di MK, KPU Siapkan Saksi-saksi:

[Gambas:Video 20detik]


(azr/imk)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed