Sosialisasi Kurang
Penumpang Protes Tarif KA Naik
Senin, 10 Okt 2005 15:56 WIB
Jakarta - Kurang sosialisasi, klasik memang alasan seperti itu. Tapi begitulah yang terjadi setiap ada kebijakan baru. Masalah klasik itu pula yang menimpa PT Kereta Api dalam menaikkan harga tiketnya. Akibatnya, penumpang pun protes keras. Protes tersebut antara lain terlihat di Stasiun Juanda, Jalan Pintu Air I, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2005). Di stasiun itu banyak pembeli tiket yang belum tahu tarif Kereta Api (KA) non ekonomi dinaikkan mulai Minggu, 9 Oktober 2005 kemarin.Contohnya, Togar, salah seorang calon pembeli tiket KA Sembrani (Jakarta-Surabaya). Dia terkaget-kaget saat diminta membayar Rp 320 ribu. Tarif itu dua kali lipat dari tarif Sembrani biasanya yang hanya Rp 160 ribu.Dia tak percaya harga yang tertera di tiket setinggi itu. Laki-laki itu lantas menunjuk tabel harga tiket di atas loket yang belum berubah, KA Sembrani masih Rp 160 ribu. "Kenapa kok di tabel masih Rp 160 ribu?" tanyanya pada petugas reservasi.Petugas tak percaya kalau tabel harga tiket belum mengalami kenaikan. Setelah melihat sendiri belum ada perubahan pada tabel, petugas itu lantas menjelaskan tiket KA non ekonomi telah naik sejak Minggu (9/10/2005) kemarin. Ada dua sistem kenaikan yakni kenaikan berdasarkan tarif batas atas dan batas bawah serta kenaikan berdasarkan kenaikan 23 persen. Masih tak puas mendengar penjelasan petugas itu, Togar pun menemui Kepala Stasiun Juanda, Boman SE. Dia memprotes cara PT KA dalam mengumumkan kenaikan tarif. "Mengapa tak diumumkan lewat pengeras suara atau ditempel pengumuman di banyak tempat?" protes Togar. Boman mengakui memang baru memasang pengumuman kenaikan tarif di loket pembelian tiket. Pengumuman itu pun sangat kecil dan tak bisa dilihat dari jauh. Boman juga mengaku belum sempat mengubah daftar harga tiket di tabel yang dipasang di atas loket. Setelah memberi penjelasan, dia langsung menyuruh anak buahnya mengganti tabel dengan daftar harga baru.Sementara Togar meski marah dan kecewa seperti tak berdaya. Dia tetap membeli tiket itu. "Ya mau gimana lagi, saya kan tetap harus ke Surabaya," ujarnya pasrah.
(iy/)











































