Tarif Naik 34,26%, Penumpang Setia Taksi Beralih ke Bus
Senin, 10 Okt 2005 14:06 WIB
Jakarta -
Kenaikan tarif taksi yang meroket 34,26 persen membuat miris para penumpang setianya. Tarif buka pintu yang kini dipatok Rp 5.000 dan tarif per kilometer yang menjadi Rp 2.500 membuat mereka berpikir ulang untuk merasakan kenyamanan mobil berargo ini."Wah...mahal banget. Kayaknya harus naik bus lagi nih, bisa bangkrut kalau tetap naik taksi," keluh Titi (32) kepada detikcom, Senin (10/10/2005).Ibu muda itu mengaku selama ini selalu mengandalkan angkutan yang satu ini. Bukan apa-apa, besarnya tanggung jawab yang harus diembannya di perusahaan tempatnya bekerja membuat dia tidak memiliki pilihan lain selain taksi jika harus pulang malam."Nyaris tiap hari saya pulang malam karena banyaknya pekerjaan yang harus saya selesaikan. Begitu juga kalau pagi, saya suka malas kalau harus ngejar sana ngejar sini. Jadinya lebih sering naik taksi," tutur Ibu satu anak ini.Setiap harinya, warga Kebon Nanas, Jakarta Timur ini harus mengeluarkan uang sedikitnya Rp 100 ribu untuk tarif taksi yang membawa pulang dan pergi ke kantornya di bilangan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan."Kayaknya kalau saya naik bus lagi, pengeluaran buat ongkos bisa berkurang jauh, lebih irit. Naik taksi kalau kepepet saja," katanya menutup pembicaraan.Mahalnya tarif taksi baru juga membuat Yuyuk Indriati (32) tercengang-cengang. "Gile, mahal banget. Jadi nggak terjangkau!" tandasnya.Lajang yang akrab dipanggil Yeye ini mengaku harus pikir-pikir lagi kalau harus naik taksi dengan tarif sebesar itu. "Nggak kebayang duit yang harus dikeluarin dengan kondisi lalu lintas Jakarta yang macet kayak begini," kata karyawati sebuah bank swasta nasional di bilangan Jalan Sudirman itu.Untuk menghemat ongkos, Yeye mulai melirik busway. Kendaraan bebas hambatan yang kini baru melayani rute Blok M-Kota dan sebaliknya itu dianggap paling memadai saat ini. "Makanya busway harus mulai dibanyakin, biar penumpangnya nggak numpuk-numpuk lagi kalau pas jam sibuk," tuturnya.Meski tarif busway lumayan mahal, Yeye menganggap cukup sepadan dengan kenyamanannya. AC-nya yang sejuk bisa menjadi penawar hati saat kemacetan lalu lintas tidak bisa ditolerir lagi."Dari pada Metromini atau Kopaja. Rasanya nggak rela harus bayar Rp 2.000 kalau sopirnya masih ugal-ugalan hanya untuk ngejar setoran," ujarnya.
(umi/)










































