detikNews
Rabu 12 Juni 2019, 21:30 WIB

Round-Up

Mereka Menolak Tim Mawar Diungkit Lagi

Tim detikcom - detikNews
Mereka Menolak Tim Mawar Diungkit Lagi Eks komandan Tim Mawar, Mayjen (Purn) Chairawan, dan pengacaranya di Bareskrim Polri. (Foto: Audrey/detikcom)
Jakarta - Nama Tim Mawar kembali mencuat ke publik dan disebut terkait dengan peristiwa kerusuhan 22 Mei. Namun sejumlah tokoh militer mulai dari Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko hingga Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu menolak Tim Mawar diungkit lagi.

Nama Tim Mawar kembali muncul setelah majalah Tempo dalam pemberitaannya menyebut Tim Mawar berada di balik kerusuhan 22 Mei lalu. Moeldoko lantas meminta agar Tim Mawar tidak dikaitkan dengan kerusuhan 22 Mei.

"Sebenarnya jangan bicara Tim Mawar lagi, karena Tim Mawar dulu. Mereka-mereka bagian-bagian dari Tim Mawar yang dulu. Hanya dikatakan 'oh Tim Mawar'. Tapi sesungguhnya dalam kerusuhan sekarang ini tidak ada Tim Mawar," ujar Moeldoko di gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

Mereka Menolak Tim Mawar Diungkit LagiKepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

Moeldoko tidak mengetahui secara pasti ada-tidaknya anggota eks Tim Mawar yang terlibat dalam kerusuhan. Ia menyerahkan pengusutan kerusuhan 22 Mei kepada polisi.


"Kalau perorangannya kita nggak tahu. Nanti polisi yang lebih tahu dari hasil penyidikan," kata Moeldoko.

"Jangan lagi menyebut Tim Mawar, nanti merancukan situasi," imbuh Moeldoko.


Hal senada disampaikan Menhan Ryamizard yang meminta agar nama Tim Mawar tidak lagi diungkit-ungkit. Ryamizard memastikan Tim Mawar sudah bubar dan tidak lagi.

"Nggak perlu lagi, Tim Mawar itu sudah selesai. Mereka udah kena sanksi dan nggak ada lagi. Sudah dibekukan lagi. Jangan dibawa-bawa lagi. Itu-itu terus," ucap Ryamizard kepada wartawan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (12/6).

Mereka Menolak Tim Mawar Diungkit LagiMenteri Pertahanan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)

Ryamizard menyebut pengungkitan Tim Mawar bisa membuat bingung prajurit Kopassus. Padahal, menurutnya, mereka tidak mengerti apa pun soal tim yang dianggap bertanggung jawab atas penculikan aktivis 1990-an itu.

"Tim Mawar itu jangan diungkit-ungkit lagi. Sudah, kasihan prajurit Kopassus itu. Dia nggak tahu apa-apa. Mungkin pas itu belum lahir," ujar Ryamizard.


Bagi Ryamizard, hal terpenting adalah menjamin keamanan bangsa Indonesia. Dia berharap tak ada lagi kerusuhan.

"Jangan dibawa-bawa lagi, jadi membawa luka lama, nggak baik. Ke depan kita ke arah lain. Bagaimana bangsa ini tidak ribut, tidak ada korban, tidak ada kerusuhan," ucap Ryamizard.


Sementara itu, eks komandan Tim Mawar, Mayjen (Purn) Chairawan, memastikan Tim Mawar sudah bubar setelah putusan pengadilan pada 1999.

"Tim Mawar sudah bubar tahun 1999 dengan adanya putusan pengadilan. Kami bekerja masing-masing," tutur Chairawan di Dewan Pers, Selasa (11/6).

Pada saat rusuh 21-22 Mei, lanjut Chairawan, dia berada di rumah. Dia memastikan sama sekali tidak ke lapangan ataupun terlibat aksi kerusuhan.

Mereka Menolak Tim Mawar Diungkit LagiEks komandan Tim Mawar, Brigjen (Purn) Chairawan. (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)

Bahkan Chairawan pun siap dicek ataupun dimintai klarifikasi mengenai keberadaannya pada saat rusuh 22 Mei itu.

"Kalau ada tanya saya tahu atau tidak, saya tahu dari TV. Zaman sekarang ini kan tidak bisa bohong. HP ini kan ada BTS. Sekarang orang bohong harus diikuti dengan HP. Saya tahu itu," kata Chairawan.


Chairawan menyayangkan pemilihan kata 'Tim Mawar' dalam berita majalah Tempo tentang peristiwa kerusuhan 22 Mei. Chairawan mengungkapkan, jika ada kecurigaan beberapa eks anggota tim yang pernah dipimpinnya dalam kejadian tersebut, jangan 'dipukul rata' seolah-olah seluruh eks Tim Mawar terlibat.

"Nah, Tim Mawar kan sudah bubar. Itu kan menyudutkan berarti. Tahun 1999 sudah bubar. Kalaupun ada, itu kan personel, anggota. Nggak mungkin satu orang dibilang tim atau dua (orang) disebut tim. Tim itu banyak," ungkap Chairawan di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/6).
(nvl/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed