Di London, Indonesia Galang Dukungan Jadi Anggota Dewan IMO

Nurcholis Maarif - detikNews
Rabu, 12 Jun 2019 10:49 WIB
Foto: Dok Kemenhub
Jakarta - Indonesia menggalang dukungan negara-negara anggota International Maritime Organization (IMO) dalam rangka pencalonan sebagai anggota Dewan IMO kategori C periode 2019-2021. Hal tersebut dilakukan di sesi coffee break pada Sidang IMO Maritime Safety Committe (MSC) ke 101 yang berlangsung Selasa (11/6) di London, Inggris.

Pemilihan anggota Dewan IMO kategori C ini nantinya akan dilaksanakan pada Sidang Assembly bulan November mendatang di Inggris.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus H Purnomo, mengatakan Indonesia memiliki posisi tawar yang tinggi dan fungsi penting serta strategis dalam banyak hal di bidang transportasi laut. Lanjut Agus, Indonesia bahkan ikut menentukan arah dan kebijakan penyusunan aturan maritim internasional yang juga berpengaruh terhadap kebijakan maritim nasional.


"Dengan menjadi anggota Dewan IMO, Indonesia dapat terlibat dalam perkembangan bisnis maupun hukum pelayaran di dunia Internasional," ucap Agus dalam keterangannya, Rabu (12/6/2019).

Agus yang juga menjadi Head of Delegation pada Sidang MSC ke 101, mengatakan Indonesia telah banyak berperan dalam hal keselamatan, keamanan, dan perlindungan maritim dunia. Salah satunya ditetapkan diadopsinya Bagan Pemisahan Alur Laut di Selan Sunda dan Selat Lombok.

IMO adalah badan khusus PBB yang bertanggung jawab atas isu-isu keselamatan dan kemanan pelayaranserta pencegaha terhadap polusi laut. Sementara Dewan IMO adalah badan pelaksana di bawah majelis yang mengelola kegiatan organisasi di antara sidang majelis.

Dewan IMO akan mengambil kebijakan dalam berbagai bidang tugas IMO yang membahas laporan dari seluruh komite IMO. Kemudian membuat keputusan-keputusan yang akan ditetapkan dalam sidang Majelis IMO.

Dewan IMO kategori A merupakan negara yang mewakili armada pelayaran niaga internasional terbesar dan sebagai penyedia angkutan laut internasional terbesar. Dewan IMO kategori B mewakili kepentingan terbesar dalam penyelenggara jasa perdagangan lewat laut.

Sementara Dewan IMO kategori C adalah perwakilan dari negara-negara yang mempunyai kepentingan khusus dalam angkutan laut dan mencerminkan pembagian perwakilan yang adil secara geografis. Sementara Indonesia sendiri sudah menjadi anggota Dewan IMO sejak 1973.


Agus berharap dukungan yang diberikan oleh para negara anggota IMO kepada Indonesia diharapkan dapat mempererat hubungan kerja sama untuk semakin memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan masa depan IMO.

"Dan juga bagi pengembangan transportasi laut dunia, khususnya di bidang keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim," pungkas Agus. (ega/ega)